Minta Adili Presiden Jokowi, Lukman Edy Nilai MS Kaban Pura-Pura Bodoh

  • Whatsapp
Minta Adili Presiden Jokowi, Lukman Edy Nilai MS Kaban Pura-Pura Bodoh
Lukman Edy (Foto: Twitter]

Monitorindonesia.com – Mantan anggota DPR RI MS Kaban bercoleteh meminta Sidang Istimewa (SI) MPR untuk mengadili Presiden Jokowi. Mananggapi celotehan itu, Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institute (IMI) Lukman Edy menilai MS Kaban pura-pura bodoh dan pura-pura tidak paham Konstitusi. Padahal MS Kaban itu pelaku amandemen UUD NRI 1945.

“Beliau dulu adalah anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB), partai yang kadernya banyak ahli tata negara, sebut saja Prof Yusril Ihza Mahendra, dan Prof Hamdan Zoelva mantan Ketua MK. Jadi tidak mungkin kalau MS Kaban tidak paham dengan proses pemberhentian seorang presiden seperti yang diatur dalam pasal 7A dan 7B UUD NRI 1945. Beliau memang sedang memainkan peran pura-pura bodohnya,” kata Lukman kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Selain itu, kata Lukman Edy, MS Kaban sedang membodoh-bodohi rakyat dengan cerita bohongnya soal kemungkinan Sidang Istimewa MPR untuk impeachment Presiden Jokowi. Apalagi dengan alasan soal penanganan covid 19.

“Padahal kita semua bisa menyaksikan bagaimana seriusnya Presiden Jokowi mengatasi Pandemi ini,” katanya.

Terkait kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kerjakan serius dan sistimatis walaupun tantangan juga besar. Menurutnya, tantangan bukan hanya untuk Indonesia saja tapi juga dunia.

“Presiden Jokowi dan Tim Pananganan covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional berusaha keras agar pandemi covid tidak membesar seperti negara-nagara lain, dan itu berhasil,” tambahnya.

Lukman juga menilai, Indonesia relatif jauh lebih kecil korban Covid dibanding negara lain, baik itu gelombang 1 maupun gelombang ke 2. Begitu juga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga positif diatas nol perse, bandingkan dengan negara lain yang pertumbuhan minus.

“Melihat apresiasi masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi mengatasi pandemi melalui beberapa survey yang dominan positif dan melihat peta politik di Senayan, jelas MS Kaban juga memainkan peran membodohi rakyat, sekaligus memprovokasi dengan fake and false information,” katanya.[Lin]

Pos terkait