Herzaky Sebut Darmizal Kader Demokrat Murtad

  • Whatsapp
Herzaky Sebut Darmizal Kader Demokrat Murtad
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. [ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, salah satu kader partai Demokrat Darmizal MS pernah murtad dari Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan Herzaky sebagai respon terhadap pernyataan Darmizal MS sebelumnya yang menyebut Demokrat dibawah kepemimpinan AHY cenderung playing victim.

“Pak Darmizal ini dulu murtad dari Partai Demokrat. Kami mendukung siapa di Pilpres 2019, tapi beliau malah memilih membentuk relawan Jokowi. Ada surat resmi pula beliau, mundur dari kepengurusan. Kalau di kami, kader murtad begini, sama saja sudah keluar dari partai juga. Kita sedang berjuang keras di Pileg 2019, karena banyak survei memprediksi Demokrat hanya 3-4 persen, tapi dia malah sibuk membentuk relawan untuk urusan pilpres yang notabene bukan kader kami capresnya, dan berbeda dari arahan Ketum kami waktu itu. Kader seperti apa, ya, kalau perilakunya begini?” kata Herzaky pada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Herzaky menegaskan, tudingan Darmizal bahwa dibawah kepemimpinan AHY elektabilitas Demokrat turun, tidak cukup alasan yang memadai.

“AHY waktu Pileg 2019 menjadi Komandan Kogasma, yang diamanahkan Partai untuk memimpin kampanye pemenangan Pileg 2019. Beliau keliling-keliling ke seluruh pelosok nusantara. Bersinergi dan berkolaborasi dengan kader-kader di seluruh pelosok Indonesia. Benar-benar berkeringat, panas-panasan, hujan-hujanan, buat meningkatkan suara Partai Demokrat di 2019,” kata dia.

Menurut Herzaky setelah AHY menjadi Ketua Umum, Partai Demokrat semakin melejit.

“Kepemimpinan beliau dikenal sangat akomodatif. Menekankan kebersamaan dan soliditas organisasi. Beliau sebelum menginstruksikan sesuatu, sudah memberikan contoh terlebih dahulu. Leadership by example, istilahnya,” puji dia.

“Bantu warga melawan corona, misalnya, beliau duluan menyumbang masker, ventilator, dan berbagai kebutuhan lainnya untuk masyarakat. Membantu ekonomi warga terdampak pandemi, beliau duluan menyumbang sembako. Para pengurus dan kader pun kemudian tidak segan-segan mengeluarkan dari koceknya sendiri, memberikan bantuan swadaya kepada masyarakat terdampak pandemi. Begitu juga saat bencana kemarin,” ungkapnya.

Menurutnya gaya kepemimpinan AHY yang tegas, terukur, penuh determinasi, sebisa mungkin menjadi solusi, berkontribusi untuk rakyat, ternyata disukai oleh publik. Terbukti, gelaran Pilkada 2020 menjadi buktinya. 48 persen kemenangan direngkuh Partai Demokrat. 65 kader yang terpilih dalam Pilkada. Tertinggi dalam lima tahun terakhir.

“Jadi kalau Darmizal atau mantan kader dan kader lainnya yang bersama pejabat Istana melakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa melalui rencana KLB, itu sebenarnya mau memperbaiki Partai Demokrat, atau merebut Demokrat yang sedang bagus-bagusnya di mata publik?” tegasnya.

Herzaky juga menuturkan bahwa, jika Darmizal merasa berjuang lebih dalam membangun Partai Demokrat, kenapa Darmizal dulu murtad dan saat ini sibuk membajak Partai Demokrat.

“Kalau memang merasa dulu hebat dan sangat berjasa dalam membangun Partai Demokrat 2004-2009, tanpa sadar dan lupa ada namanya faktor SBY Effect yang sangat besar di era itu, silahkan saja membentuk partai baru. Mengapa sibuk mau membajak Partai Demokrat yang sedang naik daun? Dulu pas dibutuhkan Partai, malah murtad. Sekarang, malah mengaku paling cinta dan ingin memperbaiki,” sindir Herzaky. (bng)

Pos terkait