London, MI– Pangeran George akan memulai babak baru dalam kehidupannya sebagai calon pewaris takhta Kerajaan Inggris. Putra sulung Pangeran William dan Putri Catherine itu dipastikan melanjutkan pendidikan di Eton College, salah satu sekolah paling prestisius di Inggris, mulai September 2026.
Keputusan tersebut sekaligus menegaskan langkah George mengikuti jejak sang ayah, Pangeran William, yang juga merupakan lulusan Eton College. Pengumuman resmi disampaikan Istana Kensington menjelang ulang tahun George yang ke-13 pada Juli mendatang.
Sebagai pewaris kedua takhta Inggris setelah Pangeran William, pendidikan George sejak lama menjadi perhatian publik. Banyak pihak sebelumnya memperkirakan ia akan bersekolah di Marlborough College, almamater Putri Catherine. Namun keluarga kerajaan akhirnya menjatuhkan pilihan pada Eton, sekolah elite yang telah melahirkan sejumlah tokoh berpengaruh Inggris.
Didirikan sejak abad ke-15 di Berkshire, Eton College dikenal sebagai institusi pendidikan bergengsi yang telah menghasilkan 20 perdana menteri Inggris, anggota keluarga kerajaan, hingga berbagai pemimpin dunia. Selain William, Pangeran Harry dan Earl Spencer juga pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Mulai tahun ajaran baru, George akan tinggal di asrama bersama para siswa lainnya. Eton memiliki 25 rumah asrama yang masing-masing menampung sekitar 55 pelajar dengan pengawasan ketat dari staf dan kepala asrama.
Meski beroperasi di lingkungan bangunan bersejarah, Eton dikenal menggabungkan tradisi dengan fasilitas pendidikan modern. Setiap siswa memperoleh kamar pribadi dan akses terhadap berbagai sarana pembelajaran berstandar tinggi.
Namun, kemewahan dan prestise sekolah itu datang dengan biaya fantastis. Orang tua siswa harus membayar sekitar 63.000 pound sterling atau setara Rp1,4 miliar per tahun untuk menyekolahkan anak mereka di Eton College. Angka tersebut sudah termasuk tambahan pajak yang diterapkan pemerintah Inggris terhadap sekolah swasta.
Keputusan keluarga kerajaan memilih Eton memicu perdebatan di ruang publik. Sejumlah kalangan mempertanyakan mengapa calon raja Inggris tidak menempuh pendidikan di sekolah negeri seperti mayoritas warga negara lainnya.
Meski demikian, banyak pihak menilai faktor keamanan menjadi alasan utama. Status George sebagai salah satu remaja paling dikenal di dunia membuat kebutuhan pengamanannya dinilai sulit dipenuhi oleh sekolah umum.
Belakangan, George juga semakin sering tampil dalam berbagai agenda resmi kerajaan. Ia terlihat mendampingi keluarganya dalam parade militer Trooping the Colour dan mulai terlibat dalam sejumlah kegiatan publik bersama Pangeran William.**

