BREAKINGNEWS

Putri Bill Gates Tersandung Dugaan Cookie Stuffing, Ancamannya Bisa 20 Tahun Penjara

Putri Bill Gates Tersandung Dugaan Cookie Stuffing, Ancamannya Bisa 20 Tahun Penjara
Phoebe Gates

Jakarta, MI — Phoebe Gates (23), putri pendiri Microsoft Bill Gates, terseret kontroversi serius terkait startup teknologi yang didirikannya, Phia. Perusahaan tersebut dituduh melakukan praktik cookie stuffing untuk menggelembungkan atribusi penjualan dan memperoleh komisi dari sejumlah mitra ritel.

Praktik tersebut menjadi sorotan karena berpotensi masuk kategori penipuan elektronik (wire fraud) berdasarkan hukum federal Amerika Serikat. Jika terbukti memenuhi unsur pidana, pelakunya dapat menghadapi ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara, selain denda dan kewajiban restitusi.

Phia merupakan startup yang didirikan Phoebe Gates bersama Sophia Kianni. Perusahaan ini mengembangkan asisten belanja digital yang membantu pengguna menemukan kode diskon saat berbelanja di berbagai situs ritel.

Masalah muncul karena perangkat lunak Phia diduga menempatkan cookie pelacak ke perangkat pengguna meski konsumen tidak menggunakan layanan Phia untuk melakukan pembelian.

Akibatnya, transaksi yang sebenarnya tidak berasal dari Phia dapat tercatat seolah-olah berasal dari platform tersebut. Kondisi itu berpotensi membuat Phia menerima komisi yang seharusnya menjadi hak pihak lain.

Laporan Bloomberg menyebut dugaan praktik tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan dan melibatkan transaksi pada sejumlah peritel besar, termasuk Nike, Gap, dan Nordstrom.

Persoalan tersebut juga berdampak langsung terhadap pendapatan Phia. Setelah fitur yang bermasalah dinonaktifkan pada Juli, pendapatan harian rata-rata perusahaan dilaporkan turun drastis, dari sekitar US$80 ribu menjadi kisaran US$10 ribu-US$28 ribu.

Pada Juni, cookie stuffing disebut menyumbang sekitar 51 persen dari nilai barang yang diklaim Phia sebagai hasil penjualannya.

Namun, pihak Phia membantah jika seluruh penurunan pendapatan disebabkan praktik tersebut. Perusahaan menyatakan sebagian besar sistem monetisasi memang sedang dinonaktifkan sehingga analisis mengenai dampaknya dinilai terlalu besar.

"Setiap fitur yang menyebabkan salah atribusi segera dihapus lebih dari sebulan lalu pada 7 Juli. Kami sedang meninjau tiap transaksi, kami berkomitmen penuh dan mulai pengembalian dana ke mitra merek sebagai akibat dari salah atribusi apa pun," kata juru bicara Phia.

Perusahaan juga mengaku telah mengambil langkah perbaikan dengan merekrut pejabat khusus kepatuhan untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

Phia sebelumnya berhasil menarik perhatian investor. Pada 2025, startup tersebut dilaporkan mengantongi pendanaan US$30 juta dari sejumlah investor, termasuk Hailey Bieber, Kris Jenner, dan pendiri Spanx, Sara Blakely.

Dugaan cookie stuffing kini menjadi ujian serius bagi perusahaan yang dibangun Phoebe Gates dan Kianni tersebut. Selain menyangkut kepercayaan investor serta mitra bisnis, persoalan ini berpotensi berkembang menjadi perkara hukum apabila otoritas AS menemukan adanya unsur kesengajaan untuk memanipulasi sistem atribusi dan memperoleh keuntungan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Putri Bill Gates Tersandung Dugaan Cookie Stuffing, Ancamannya Bisa 20 Tahun Penjara | Monitor Indonesia