Staf Hasto Bantah Ponselnya ada Komunikasi soal Harun Masiku

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 20 Juni 2024 03:27 WIB
Staf Hasto Kristiyanto, Kusnadi (batik merah) di KPK, Rabu (19/6/2024) (Foto: Dok MI/Aswan)
Staf Hasto Kristiyanto, Kusnadi (batik merah) di KPK, Rabu (19/6/2024) (Foto: Dok MI/Aswan)

Jakarta, MI - Staf Pribadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, Kusnadi membantah ponsel pribadinya memiliki data atau informasi tentang keberadaan tersangka dan buron kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, Harun Masiku. 

Dia pun memastikan ponselnya tersebut tak menyimpan komunikasi apa pun dengan atau tentang Harun Masiku. Termasuk komunikasi dengan Hasto. "Nggak ada percakapan HM-Hasto, ada percakapan biasa seperti pembayaran" kata Kusnadi usai penuhi pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (19/6/2024).

Menurut dia, ponselnya hanya menyimpan rekaman atau catatan komunikasi dengan sejumlah staf di Dewan Pimpinan Pusat atau DPP PDIP. Itu pun, kata dia, hanya berkaitan dengan sejumlah kegiatan pembayaran. Salah satunya biaya kegiatan PDIP yang menggelar acara wayang. "Pembayaran-pembayaran saja" kata Kusnadi.

Pemeriksaan terhadap Kusnadi, dilaksanakan selama kurang lebih delapan jam; mulai pukul 10.00 hingga 18.27 WIB.

Kusnadi turut terseret dalam daftar saksi kasus Harun Masiku usai menemani Hasto yang diperiksa KPK pada Senin (10/6/2024). Pemeriksaan terhadap Hasto terhenti dan ditunda usai dikabarkan terjadi perampasan paksa oleh penyidik terhadap ponsel dan tas yang dipegang Kusnadi.

Pada saat itu Hasto melakukan perlawanan dan penolakan. Tak hanya itu, Hasto dan Kusnadi kemudian melaporkan penyidik tersebut ke Dewan Pengawas atau Dewas KPK, Komnas HAM, dan Bareskrim Polri.

Pekan lalu, penyidik KPK sempat memanggil dan berencana memeriksa Kusnadi (13/6/2024). Akan tetapi, Kusnadi mangkir karena tengah sibuk melakukan pelaporan terhadap penyidik KPK. Selain itu, dia mengklaim masih trauma terhadap peristiwa perampasan ponsel tersebut.