KPK Sebut Inisial DP dan II Tersangka Korupsi Jual Beli Gas: Danny Praditya dan Iswan Ibrahim?

Firmansyah Nugroho
Firmansyah Nugroho
Diperbarui 21 Juni 2024 23:29 WIB
Juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto (Foto: Dok MI)
Juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan PT Inti Alasindo Energi (IAE) pada 2017-2021.

Adalah Direktur Komersial PT PGN 2016-2019 berinisial DP dan Komisaris PT IAE 2006-sekarang berinisial II. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan keduanya adalah Danny Praditya dan Iswan Ibrahim. 

"Tersangka DP selaku direktur [PT PGN], dan tersangka II selaku komisaris PT IAE ini berdasarkan surat perintah penyidikan 17 mei 2024," kata juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, Jumat (21/6/2024).

Dalam kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dalam beberapa pekan terakhir. Penyidik memeriksa sejumlah petinggi dan mantan petinggi PT PGN.

Mereka adalah Direktur Utama 2017-2018 Jobi Triananda Hasjim; Direktur Infrastruktur & Teknologi 2016, dan Direktur Komersial 2019 Dilo Seno Widagdo; dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko 2021-sekarang Fadjar Harianto Widodo. Selain itu, Department Head Gas Supply Division 2017-2020 Octavianus Lede Mude Ragawino; Division Head, Government Community Relations Sunanto; dan Corporate Secretary PT PGN Bagas.

Penyidik juga pernah memeriksa Senior Specialist Product Development 2016-2017, Reza Maghraby; Head of Marketing Direktur Komersial 2015-2018, Adi Munandir; dan Direktur Keuangan PT PGN 2017, Nusantara Suyono.

KPK juga memeriksa para petinggi PT IAE yaitu Komisaris Utama Arso Sadewo; Komisaris 2006-sekarang, Iswan Ibrahim; Direktur Keuangan PT IAE 2006-sekarang, Sofyan; serta Direktur Utama 2006-2007 dan 2020-sekarang, Wachid Hasyim. Selain itu, penyidik juga memeriksa Manager Legal dan Relations HCML pada 2014-2019, Wahyudin.