Bikin Kasus Investasi Fiktif, Komisi VI: Komisaris PT Taspen Kerjanya Apa?

Dhanis Iswara
Dhanis Iswara
Diperbarui 25 Juni 2024 10:48 WIB
PT Taspen (Foto: Instagram @taspen)
PT Taspen (Foto: Instagram @taspen)

Jakarta, MI - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto, menyoroti kasus korupsi investasi fiktif yang menggerogoti PT Taspen (persero) dengan nilainya mencapai Rp 1 triliun. 

Legislator PDI Perjuangan itu pun mempertanyakan soal kinerja komisaris PT Taspen hingga bisa kecolongan dengan kasus investasi bodong itu. 

Sebab menurutnya Komisaris PT Taspen hampir tak pernah terdengar gaungnya dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai komisaris. 

"Kemana itu Komisaris digaji besar-besar, pengawasannya bagaimana? Komisaris apakah tidak pernah rapat? Duduk saja dibiarkan sebebas mungkin?" kata Darmadi saat RDP dengan Plt Dirut PT Taspen, kemarin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. 

Bahkan kata dia, sudah banyak beredar berita-berita negatif sebelumnya soal komisaris di PT Taspen. 

"Makanya kata berita-berita ada orang kuat di belakangnya ini, berita-berita lama sudah banyak beredar, tetapi tetap bertahan," ujarnya. 

Sebab itu, ia pun mempertanyakan bagaimana Plt Dirut PT Taspen dapat mengembalikan nama baik PT Taspen dari citra buruk tersebut. 

"Apa langkah Bapak mengembalikan jatuhnya nama Taspen ini," ucapnya. 

"Nah ini bagaimana langkah direksi baru yang saya lihat umurnya masih muda, untuk bagaimana memberantas budaya korupsi, koruptor, parasit yang ada di dalam Taspen, supaya ini tidak terjadi lagi. Jadi itu poinnya," tegasnya. 

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi berupa investasi fiktif yang dilakukan PT Taspen (Persero). 

Dua orang tersangka itu di antaranya adalah Dirut PT Taspen, Antonius Kosasih, dan Dirut PT Insight Investments Management, Ekiawan Heri Primaryanto.

Dalam dokumen yang dibagikan oleh Jubir KPK Tessa Mahardhika Sugiarto itu, Dodi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Antonius N.S. Kosasih.  

"Sprin.Dik/45/DIK.00/01/03/2024. Perkara PT Taspen. Nama tersangka: A.N.S Kosasih," demikian bunyi jadwal pemeriksaan seperti dilihat Monitorindonesia.com, Rabu (19/6/2024) lalu.

Atas penetapan tersangka itu, Menteri BUMN Erick Thohir telah menonaktifkan Antonius Kosasih dari jabatannya sebagai Dirut PT Taspen.