Komisi III: PPATK Seperti Macan Ompong

Dhanis Iswara
Dhanis Iswara
Diperbarui 26 Juni 2024 11:45 WIB
Komisi III gelar rapat kerja dengan Kepala PPATK (Foto: MI/Dhanis)
Komisi III gelar rapat kerja dengan Kepala PPATK (Foto: MI/Dhanis)

Jakarta, MI - Anggota Komisi III DPR RI Santoso, mengatakan hingga sejauh ini banyak temuan-temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang jarang ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum (APH). 

Sebab itu, ia mengibaratkan kondisi PPATK saat ini seperti macan ompong yang tak bisa mendapatkan mangsanya

"Saya kok melihatnya PPATK ini seperti macan ompong," ucap Santoso rapat kerja (raker) dengan Kepala PPATK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2024). 

"Kenapa? Karena banyak temuan-temuan yang disampaikan oleh PPATK terhadap transaksi yang mencurigakan yang jelas-jelas itu adalah tindakan tindak pidana pencucian uang yang dilaporkan, ternyata banyak juga yang tidak tidak ditindaklanjuti oleh APH setelah dilaporkan oleh PPATK," lanjut Santoso. 

Kata Santoso, kewenangan PPATK hanya sebatas menganalisa kemudian melaporkannya ke APH. 

Karena itu, ia meminta PPATK untuk berani mengungkapkannya di ruang sidang Komisi III soal seberapa banyak laporan PPATK terkait TPPU yang tidak ditindaklanjuti oleh APH. 

"Sudah berapa rekening dan berapa jumlahnya yang disampaikan kepada aparat penegak hukum untuk ditindak dan ternyata didiamkan, bahkan ada indikasi setelah didiamkan lama uang itu hilang, tidak disita oleh negara," tukasnya. 

"Sehingga uang ini pada akhirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dan persoalan rekening-rekening yang terindikasi TPPU atau uang yang tidak jelas ini menjadi bancakan bagi semua pihak yang terkait berurusan dengan urusan ini," tambahnya menegaskan. 

Adapun TPPU PPATK yang dimaksud dalam raker tersebut adalah, TPPU narkoba, ilegal mining, ilegal fishing, hingga TPPU judi online, termasuk TPPU di perbankan dan lain sebagainya. 

Untuk diketahui, agenda raker tersebut membahas soal evaluasi dan capaian kinerja PPATK semester I TA 2024, dan evaluasi kinerja collaborative analysis team selama pemilu 2024 serta transaksi-transaksi mencurigakan terkait pemilu 2024.