Gagal Dioperasikan! Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Bor Bonanza Rp 63 Miliar di PT Timah Mencuat

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 26 Juni 2024 14:24 WIB
Kapal tersebut dibangun sejak tahun 2016, namun hingga saat ini masih belum bisa digunakan
Kapal tersebut dibangun sejak tahun 2016, namun hingga saat ini masih belum bisa digunakan

Jakarta, MI - Dugaan korupsi pengadaan kapal bor Bonanza senilai Rp 63 miliar di PT Timah mencuat setelah bocornya kabar bahwa kapal yang diperuntukkan untuk eksplorasi cadangan timah tersebut gagal dioperasikan.

Kapal tersebut dibangun sejak tahun 2016, namun hingga saat ini masih belum bisa digunakan. Menurut informasi, kapal bor Bonanza sempat dipaksakan untuk beroperasi di perairan Pantai Takari Air Anyir, namun tidak lama kemudian dinyatakan gagal alias error. 

"Ada memang kapal bor sempat terlihat di depan sana beberapa waktu lalu, tapi hanya sebentar, dan kemarin juga sudah bergeser," kata salah satu warga di Pantai Takari, Minggu (23/6/24).

Seorang karyawan PT DAK juga menyebutkan bahwa kapal bor Bonanza kembali gagal saat diuji coba untuk kedua kalinya. "Ya, benar kemarin kapal bor Bonanza sempat melakukan trial, tapi masih juga tak bisa dioperasikan. Maka sekarang kapal itu masih ada di dalam galangan kapal ini. Kemarin Sabtu, kapal itu masuk lagi," ujar karyawan PT DAK, Senin (24/6/2024).

Kegagalan Kapal Bor Bonanza yang dibuat pada tahun 2016 ini diduga karena spesifikasi peralatan hidroliknya tidak sesuai. "Alat hidrolik untuk menaikkan kapal tidak bisa dinaik-turunkan, diduga buatan KW," kata sumber di Babel.

Bahkan, setelah 7 tahun berlalu, badan kapal nyaris di-scrap karena dianggap sudah seperti barang rongsokan dan terparkir di PT DAK dalam keadaan hampir tenggelam.

"Badan kapal nyaris dipotong karena lama mangkrak dan tidak bisa dioperasikan. Tiba-tiba sekarang ini kabarnya akan diletakkan di depan Pantai Takari biar kesannya telah dioperasikan. Soalnya setelah ramai pemberitaan di media online, kabarnya Tim Kejagung mau turun mengecek kondisi kapal bor Bonanza," jelas sumber.

Pada tahun 2017 lalu, kapal bor Bonanza sempat melakukan trial untuk pengeboran di laut Sampur, Pangkalpinang.

"Sudah beberapa direktur berganti di PT DAK, mulai dari Ir. Syafril Emran, M. Rizky yang dulu menjabat sebagai Direktur Operasi Produksi dan Direktur SDM PT Timah, Ir. Dicky Sinoritha, hingga Ahmad Dani Virsal yang saat ini menjabat sebagai Dirut PT Timah". 

Namun, setelah pergantian direktur PT DAK yang baru pun, kapal bor Bonanza masih juga belum bisa beroperasi untuk menunjang kinerja produksi," imbuhnya.