BREAKINGNEWS

KPK Telusuri Jejak Cukai Rokok dalam Skandal Impor Bea Cukai

KPK Telusuri Jejak Cukai Rokok dalam Skandal Impor Bea Cukai
Budi Prasetyo Juru Bicara KPK. (Dok Istimewa)

Jakarta, MI — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pusaran penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kali ini, lembaga antirasuah menelisik keterlibatan sektor industri rokok, yang diduga memiliki irisan dengan praktik manipulasi cukai.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik memanggil sejumlah saksi dari kalangan swasta, termasuk pengusaha rokok, pada Selasa (31/3/2026). Pemeriksaan ini menjadi kunci untuk mengurai dugaan permainan dalam penetapan dan pengelolaan cukai yang selama ini rawan diselewengkan.

“Di antara para saksi yang dipanggil hari ini adalah dari pengusaha rokok,” kata Budi.

Namun, KPK masih menutup rapat identitas para pengusaha tersebut. Secara terbatas, hanya disebutkan lima saksi dari pihak swasta yang diperiksa, masing-masing berinisial LEH, ROK, BT, SP, dan EWW. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga di antaranya diketahui bergerak di industri rokok.

Langkah ini menandai babak baru dalam pengusutan kasus yang sebelumnya terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026. Dalam operasi senyap tersebut, KPK menjaring 17 orang, dengan tujuh di antaranya kini telah berstatus tersangka.

Deretan tersangka itu mencerminkan kuatnya dugaan praktik korupsi yang terstruktur, melibatkan pejabat internal Bea Cukai hingga pihak swasta. Dari unsur pejabat, terdapat nama-nama strategis seperti Direktur Penindakan dan Penyidikan periode 2024–Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen, hingga pejabat di level kepala seksi intelijen.

Sementara dari sektor swasta, KPK menjerat pihak perusahaan logistik, termasuk pemilik dan sejumlah pejabat operasional Blueray Cargo yang diduga menjadi simpul penting dalam praktik impor bermasalah tersebut.

Penetapan tersangka terbaru pada 26 Februari 2026 semakin mempertegas bahwa kasus ini belum mencapai titik akhir. KPK masih terus menelusuri aliran dana, peran masing-masing pihak, serta kemungkinan adanya aktor lain yang turut menikmati praktik lancung di balik aktivitas impor.

Masuknya nama pengusaha rokok dalam pusaran penyidikan mengindikasikan bahwa dugaan korupsi ini tak sekadar soal administrasi impor, melainkan juga menyentuh sektor cukai yang bernilai besar dan strategis bagi penerimaan negara.

Dengan total tujuh tersangka sejauh ini, KPK memberi sinyal bahwa pengusutan akan terus dikembangkan—membuka peluang terbongkarnya jejaring yang lebih luas dalam skandal yang berpotensi merugikan negara dalam jumlah signifikan.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru