BREAKINGNEWS

Menteri PU Dody: Jangan Pindahkan Pejabat Nakal, Penjara jadi Solusi!

Menteri PU Dody: Jangan Pindahkan Pejabat Nakal, Penjara jadi Solusi!
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melontarkan peringatan keras soal kondisi internal kementeriannya.

Ia menilai ada pola pikir menyimpang di kalangan aparatur, terutama generasi muda, yang berpotensi menyeret praktik koruptif jika tidak segera dibenahi.

Alih-alih bicara pembangunan fisik, Dody justru menegaskan fokus utamanya adalah “bersih-bersih” di tubuh kementerian. “Tugas saya bukan bangun jembatan, tapi membersihkan,” ujarnya, menandai adanya masalah serius yang ia temukan sejak menjabat.

Di balik kritik tajam itu, Dody mengakui masih banyak pegawai berintegritas yang berperan aktif dalam pengawasan internal. Ia menyebut laporan ke aparat penegak hukum bukan datang dari luar, melainkan hasil keberanian orang dalam. “Kalau tidak ada orang baik di PU, tidak mungkin ada laporan ke kejaksaan,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Namun, ia tak menutup mata terhadap budaya permisif yang masih mengakar. Praktik-praktik kecil yang dianggap sepele, menurutnya, justru mencerminkan mental korupsi. Ia mencontohkan kebiasaan meminta fasilitas makan siang dari negara di luar hak yang sudah diterima sebagai bentuk penyimpangan. “Itu sebetulnya korupsi,” tegasnya.

Lebih jauh, Dody menyoroti lemahnya penindakan selama ini. Ia menolak pola lama yang hanya “memindahkan” pejabat bermasalah tanpa konsekuensi hukum. “Kalau eselon I salah, ya harus masuk penjara. Bukan dipindah ke jabatan lain,” ujarnya, menuntut efek jera yang nyata.

Sorotan paling keras diarahkan pada mentalitas sebagian generasi muda di kementerian. Dody menilai ada kecenderungan ambisi jabatan yang ditempuh dengan cara-cara tidak sah, bahkan mengarah pada penyalahgunaan anggaran negara. “Ada yang berlomba mencuri uang APBN demi cepat naik ke eselon I, II, atau III. Itu tidak boleh,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pembenahan dilakukan melalui mekanisme yang terukur, termasuk pelaporan ke aparat penegak hukum. Tidak semua proses dibuka ke publik, namun langkah koreksi disebut sudah berjalan.

Dody juga mengingatkan agar publik tidak menggeneralisasi seluruh aparatur PU sebagai bermasalah. Ia menolak stigma yang menyamaratakan. Menurutnya, kementerian ini tetap ditopang oleh banyak pegawai yang menjaga integritas dan profesionalisme.

Menutup pernyataannya, Dody menekankan pentingnya menjaga marwah Kementerian PU sebagai institusi bersejarah. Ia optimistis reformasi internal bisa berjalan, meski membutuhkan waktu dan konsistensi. “Kalau belum berhasil, kita cari cara lain. Yang penting terus diperbaiki,” ujarnya.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru

Menteri PU Dody: Jangan Pindahkan Pejabat Nakal, Penjara jad | Monitor Indonesia