BREAKINGNEWS

12 Pejabat Tulungagung yang Ditangkap KPK: Adi Bupati hingga Kasatpol PP

12 Pejabat Tulungagung yang Ditangkap KPK: Adi Bupati hingga Kasatpol PP
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Dok MI/Aswan)

Jakarta, MI - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, berbuntut panjang.

Sebanyak 12 pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut digiring ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Rombongan diberangkatkan dari Mapolres Tulungagung pada Sabtu pagi (11/4/2026) sekitar pukul 06.25 WIB, usai menjalani pemeriksaan maraton sejak Jumat malam. Mereka diangkut menggunakan bus PO Harapan Jaya berpelat AG 7064 US dengan pengawalan ketat aparat Satuan Lalu Lintas.

Selama perjalanan, seluruh bagian jendela bus ditutup rapat menggunakan kelambu, sehingga identitas para pejabat di dalamnya tidak terlihat oleh publik. Rombongan terlebih dahulu menuju Surabaya sebelum diterbangkan ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Kasus ini semakin menyita perhatian publik karena salah satu yang ikut dibawa adalah Jatmiko Dwijo Seputro, anggota DPRD Kabupaten Tulungagung yang juga merupakan adik kandung Bupati Gatut Sunu Wibowo. Keterlibatan keluarga inti kepala daerah dalam OTT ini memperkuat dugaan adanya jaringan kekuasaan yang terlibat dalam perkara tersebut.

Selain Jatmiko, sejumlah pejabat strategis lainnya juga ikut diamankan. Mereka berasal dari berbagai posisi penting, mulai dari kepala dinas hingga pejabat teknis di lingkup pemerintahan daerah.

Berikut daftar lengkap 12 orang yang dibawa ke Jakarta:

  1. Arif Effendi (Kabag Pemerintahan)
  2. Jatmiko Dwijo Seputro (anggota DPRD, adik bupati)
  3. Oki (staf Bagian Umum)
  4. Makrus Mannan (Kabag Kesra)
  5. Suyanto (Kepala Dinas Pertanian)
  6. Hartono (Kepala Satpol PP)
  7. Yulius Rama Isworo (Kabag Umum)
  8. Erwin Novianto (Kepala Dinas PUPR)
  9. Aris Wahyudiono (Kabag Prokopim)
  10. Agus Prijanto Utomo (Kepala Bakesbangpol)
  11. Yoga Dwi Ambal (Ajudan Bupati)
  12. Dwi Hari Subagyo (Kepala BPKAD)

Sementara itu, beberapa pejabat yang sebelumnya sempat terlihat menjalani pemeriksaan di Mapolres Tulungagung tidak ikut dalam rombongan. Di antaranya Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Soeroto, Kepala Dinas Kesehatan Desi Lusiana Wardani, Direktur RSUD dr Iskak Zuhrotul Aini, serta Kepala Dinas Sosial Reni Prasetyawati.

Nama Reni Prasetyawati bahkan sempat luput dari pantauan awak media karena tidak terlihat saat datang ke lokasi pemeriksaan. Selain itu, seorang staf bernama Intan yang sempat hadir juga dipastikan tidak ikut dibawa, karena hanya mengantarkan keperluan untuk pejabat lain.

KPK hingga kini masih mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus OTT tersebut. Dugaan sementara mengarah pada praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat kunci di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Langkah cepat membawa belasan pejabat ke Jakarta menunjukkan bahwa perkara ini tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi menyeret jaringan yang lebih luas di lingkaran pemerintahan daerah.

Pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK akan menjadi penentu apakah status para pihak ini akan meningkat menjadi tersangka, sekaligus membuka tabir praktik korupsi yang diduga terjadi di Tulungagung.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru