Jakarta, MI - Polri terus melanjutkan penggeledahan di salah satu rumah di wilayah Bogor, Jawa Barat (Jabar), terkait kasus korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel pada Rabu (8/7/2026) malam. Dalam penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan brankas berukuran besar.
Di sebuah rumah di Bogor, terlihat penyidik menemukan emas ratusan kilogram dan sejumlah uang yang nilainya masih sedang dihitung Diduga hasil temuan tersebut berasal dari brankas yang ditemukan di balik dinding.
Informasi yang dihimpun Monitorindonesia.com pada Rabu malam, tim penyidik Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya menyita brankas jumbo yang tersembunyi tersebut. Penyitaan terkait penyelidikan 3 perkara di di BUMN.
Sebelumnya, tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bergerak masif menggeledah 12 lokasi strategis di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Bogor pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan besar-besaran ini terkait dengan penyidikan tiga skandal megakorupsi dan pencucian uang yang melibatkan PLN BB, Asabri, dan Krakatau Steel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, dari 12 lokasi yang disasar, dua di antaranya telah selesai digeledah, sementara 10 lokasi lainnya masih dalam proses.
Satu hal yang mengejutkan terjadi saat penyidik menggeledah sebuah rumah di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor. Polisi berhasil membongkar sebuah dinding rahasia bermotif kayu warna cokelat yang sekilas tampak biasa.
Namun, begitu dinding tersebut digeser oleh petugas reserse, tersembunyi sebuah pintu brankas putih berukuran jumbo di baliknya. Penyidik langsung melakukan penyitaan terhadap brankas tersembunyi tersebut guna mendalami dokumen penunjang kasus.
Sementara itu, Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto membeberkan hasil dari penggeledahan yang telah rampung di Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer, Cipete, Jakarta Selatan. Di lokasi ini, polisi tidak hanya menyita dokumen penting dan barang elektronik seperti ponsel, tetapi juga menemukan tumpukan uang tunai berbagai mata uang senilai hampir Rp67 miliar.
"Uang yang kami sita terdiri dari SGD 3.130.000 (pecahan 100 SGD), USD 889.965, serta uang tunai rupiah sebesar Rp259.159.000. Jika dikonversi secara total, nilainya mencapai hampir Rp67 miliar," jelasnya.
Berikut adalah daftar 12 lokasi penggeledahan yang dirilis oleh Polda Metro Jaya:
Selesai Digeledah:
1. Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan (Disita dokumen, HP, dan uang tunai lintas mata uang senilai Rp60 miliar).
2. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
Dalam Proses Penggeledahan:
3. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.
4. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara.
5. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
6. Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
7. Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
8. Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan.
9. PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
10. Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.
11. Rumah Sdri. MILDK, Apartemen Pacific Place, Jakarta Selatan.
12. Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.
[Lin]
