BREAKINGNEWS

Koentjoro Desak Jokowi: Jangan Membohongi Rakyat

Koentjoro Desak Jokowi: Jangan Membohongi Rakyat
Jokowi Sandang Gelar Adat 'Baginda Pemuka Bangsa' saat Safari Politik di Lampung. (Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali bergulir. Kali ini, tekanan untuk mengakhiri kontroversi tersebut datang dari Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Koentjoro.

Koentjoro meminta Jokowi memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik. Menurut dia, penjelasan langsung dari Jokowi diperlukan agar spekulasi mengenai dokumen akademiknya tidak terus berkembang tanpa kepastian.

Ia bahkan meminta Jokowi kembali ke jalan keterbukaan dan tidak membiarkan polemik tersebut berlarut-larut.

"Kepada Pak Jokowi dan kawan-kawan yang kami sampaikan adalah agar kembalilah kepada jalan yang lurus, Pak. Jangan banyak berbohong," kata Koentjoro dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Desakan itu menjadi sorotan karena datang dari kalangan akademisi UGM, kampus tempat Jokowi tercatat menempuh pendidikan. Koentjoro menilai persoalan tersebut bukan sekadar perkara pribadi Jokowi, melainkan menyangkut tanggung jawab seorang mantan kepala negara kepada masyarakat.

Ia mengatakan kritik terhadap Jokowi telah disampaikannya sejak mantan Wali Kota Solo itu masih menjabat sebagai Presiden RI. Menurut Koentjoro, posisi presiden membawa tanggung jawab besar untuk memberikan keteladanan sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kami dulu memprotes Bapak karena Bapak sebagai Presiden. Presiden itu salah satu tugasnya di dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Karena itu, Koentjoro berharap Jokowi tidak membiarkan isu tersebut terus menjadi konsumsi publik tanpa penjelasan yang dianggap mampu memberikan kepastian.

"Karena itulah maka saya berkeinginan agar jangan berbohong, jangan membohongi rakyat yang berlalu setelah berlalu," ucap dia.

Menurut Koentjoro, satu kali klarifikasi langsung dari Jokowi justru dapat menjadi jalan keluar untuk meredakan kegaduhan. Ia menilai keterbukaan akan lebih baik daripada membiarkan masyarakat terus terjebak dalam silang pendapat dan spekulasi.

"Kalau Bapak bisa melakukan satu klarifikasi, akan jauh lebih baik dan akan menyenangkan masyarakat," tuturnya.

Desakan Koentjoro tersebut muncul di tengah sikap resmi UGM yang sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai dokumen akademik Jokowi.

UGM menegaskan ijazah dan skripsi Jokowi merupakan dokumen asli. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyatakan perjalanan akademik Jokowi selama menjadi mahasiswa tercatat dalam administrasi kampus.

Sigit mengatakan Jokowi tercatat mengikuti berbagai mata kuliah, aktif dalam kegiatan mahasiswa Silvagama, hingga menyelesaikan skripsi sesuai ketentuan akademik.

"Ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah asli. Beliau pernah kuliah di sini, teman-teman satu angkatan mengenal baik beliau, beliau aktif dalam kegiatan mahasiswa Silvagama, tercatat menempuh berbagai mata kuliah, menyelesaikan skripsi, sehingga ijazah yang diterbitkan oleh UGM adalah asli," tegas Sigit.

Dengan demikian, polemik kini berada pada titik yang menarik: UGM sebagai institusi penerbit telah menyatakan dokumen akademik Jokowi asli, tetapi desakan klarifikasi personal dari salah satu guru besarnya tetap muncul.

Koentjoro berharap Jokowi sendiri mengambil langkah untuk menjelaskan kepada publik. Sebab, selama isu tersebut tidak memperoleh penjelasan yang dianggap tuntas oleh masyarakat, perdebatan mengenai ijazah itu berpotensi terus bergulir.

Pada akhirnya, bukan hanya soal dokumen akademik yang dipersoalkan, melainkan juga bagaimana seorang mantan presiden menghadapi pertanyaan publik yang terus berulang. Bagi Koentjoro, keterbukaan Jokowi dinilai dapat menjadi langkah untuk mengakhiri polemik yang tak kunjung padam.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

Koentjoro Desak Jokowi: Jangan Membohongi Rakyat | Monitor Indonesia