Humbang Hasundutan Sudah Mulai Menghasilkan Kentang di Food Estate

  • Whatsapp
Humbang Hasundutan Sudah Mulai Menghasilkan Kentang di Food Estate

Monitorindonesia.com – Petani food estate Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara sudah mulai panen kentang. Sejak Sabtu (20/3/2021) lalu hasil panen komoditas dari 215 hektare lahan food estate ini sebanyak 79,45 ton.

Di Kabupaten Humbahas, terdapat tiga area food estate dengan keseluruhan luas 785 ha, yakni di Hutajulu 120,5 ha, di Desa Ria Ria 411,5 ha dan Parsingguran 253 ha. Namun, area yang dipergunakan untuk ditanami komoditas Tahap I hanya 215 ha di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah segera menambah dan mengembangkan lahan pertanian food estate ini hingga 1.000 ha. “Mimpi kita sampai dengan 2024 akan tercapai pertanian di sini hingga 20.000 hektare. Dan ini tidak mudah, namun dengan hasil kerja seperti ini dengan team work mulai dari bupati, gubernur, kementerian, dan masyarakat ini saya yakin akan berhasil,” kata Luhut, Selasa (23/3/2021).

Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pengembangan selanjutnya kawasan food estate ini masuk tahap II, sesuai peta wilayah kepentingan (area of interest/AOI) seluas 1.591 ha. Hal ini tertuang dalam  SK Men LHK 448. Untuk Kabupaten Humbahas, luas lahan food estate tahap II yang direncanakan adalah 747 ha dan 406,7 ha AOI area usulan kebun raya. Sehubungan dengan AOI, Bupati Humbahas telah menyampaikan surat No. 600/HH/III/2021 tangal 5 Maret 2021 pada Menteri LHK untuk merubah fungsi peruntukan kebun raya menjadi food estate.

Luhut menjelaskan bahwa pengembangan lainnya adalah melakukan penelitian dengan harapan dalam waktu 2 tahun akan menghasilkan benih varietas yang cocok dengan kultur pertanian di Humbahas.
Luhut bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengapresiasi hasil panen komoditas di food estate Humbahas.

Menurut Luhut, sekitar 70 persen dari hasil panen sudah di atas rata-rata nasional, sedangkan persentase gagal panen sekitar 12 persen dari luas lahan. “Hasilnya sangat baik, padahal ini baru tanaman pertama. Saya harapkan tanaman selanjutnya akan lebih bagus. Apa yang akan kita tanam di sini, komoditasnya adalah bawang putih, bawang merah, kentang, dan jagung karena Jagung di sini juga bagus,” ucap Luhut.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi menambahkan bahwa hasil panen bawang merah di food estate ini pada pekan lalu mencapai 10 ton per hektare, sedangkan untuk kentang diperkirakan panen sebanyak 26 ton per hektare. Edy menyampaikan bahwa sepanjang 2020 Sumut mengalami surplus di beberapa komoditas, antara lain padi sebesar 4,2 juta ton, gabah kering giling 2,7 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan beras untuk Sumut hanya 1,8 juta ton. Surplus lainnya yakni pada jagung 147.000 ton, dan cabai surplus 69.000 ton. Produksi bawang merah di Sumut tercatat defisit 36 persen dibandingkan dengan kebutuhan bawang merah tahunan di Sumut.

“Bawang merah kita defisit 36 persen atau 15.822 ton. Namun, untuk hasil bawang merah ini terus mengalami peningkatan hasil panen setiap tahunnya. Untuk masyarakat pada konsumsi bawang merah kita harus menyiapkan sebanyak 43.952 ton,” kata Edy.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa defisit ini bisa diatasi dengan memaksimalkan akses di kawasan-kawasan food estate Sumut. Untuk itu, Kementerian PUPR telah menyiapkan alat berat untuk pengadaan jalan dan jembatan dan diperkirakan rampung sebelum memasuki Ramadan. (tak)

 

 

Pos terkait