Paspor Vaksin Belum Diperlukan di Indonesia

  • Whatsapp
Paspor Vaksin Belum Diperlukan di Indonesia

Monitorindonesia.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menyatakan, ide paspor vaksin masih jauh dari keperluan mendasar yang dibutuhkan oleh Indonesia. Menurutnya, persoalan di Indonesia saat ini masih sangat mendasar yakni penerapan 3T, 5M dan vaksinasi.

“Jangan sampai keinginan dan cita-cita yang terlalu jauh ini malah mengacaukan dan atau menghambat pelaksanaan 3 hal mendasar tadi,” tegas Mufida di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Dia mengungkapkan, masih banyak PR mendasar soal penanganan Covid-19 yang masih belum tuntas. Sebab itu, ide dan gagasan paspor vaksin ini jangan terburu-buru diterapkan di Indonesia karena masih perlu peningkatan hal-hal yang mendasar penanganan pandemi.

“Jangan sampai Indonesia mengalami gelombang ke-2, ke-3 an bahkan tsunami karena kebijakan yang belum tuntas dilaksanakan sudah terganggu dengan kebijakan yang kurang memperhatikan kebutuhan penjaminan kesehatan diatas ekonomi,” terangnya.

Selain itu, Mufida juga menekankan, capaian vaksinasi di Indonesia juga masih rendah dan masih jauh dibawah target yang ditentukan sendiri oleh Pemerintah.

“Karena itu, saya berpesan, janganlah kita disibukan dengan hal-hal lain dan melupakan serta menunda hal-hal yang mendasar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mufida menyarankan agar, paspor vaksin ini dikaji secara lebih mendalam dan serius. Menurutnya, dengan paspor ini artinya akan banyak perjalanan keluar masuk Indonesia.

“Hal ini akan semakin menyulitkan proses karantina vaksin dan juga proses tracingnya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Cabang eksekutif Uni Eropa pada Senin, 1 Maret 2021, mengatakan akan mengusulkan sebuah paspor bagi yang sudah divaksinasi atau yang baru jalani tes virus corona (Covid-19), agar bisa melakukan perjalanan bisnis atau wisata di seluruh kawasan itu.

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula Von der Leyen, mencuitkan usulan “paspor hijau” tersebut, yang akan diajukan bulan ini. Dia berharap paspor itu bisa membantu negara-negara Uni Eropa untuk membangun kembali industri pariwisata mereka.[ery]

Pos terkait