Impor Pangan Membubung Tinggi, Swasembada Pangan Tinggal Janji

  • Whatsapp
Impor Pangan Membubung Tinggi, Swasembada Pangan Tinggal Janji
ilustrasi impor bahan pangan.

Jakarta, Monitorindonesia.com – Barang konsumsi atau pangan dalam negeri kini dikuasai produk impor. Hal itu sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menujukkan kenaikan impor barang konsumsi pada kwartal I 2021.

Bahan pangan yang di impor itu seperti garam, gula, kedelai, bawang putih, jagung dan lainnya. Kondisi ini dinilai miris ditengah tanah Indonesia yang subur dan agraris.

Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menilai, banyaknya bahan pokok hasil impor mencerminkan gagalnya swasembada pangan. Swasembada beras, gula jagung, kedelai, bawang putih, garam maupun daging yang selalu di sampaikan para Menteri pembantu Presiden sejak era Gus Dur, SBY, Jokowi, hanyalah janji-janji politik lima tahunan.

“Saat para Menteri di lantik, ternyata sampai sekarang tidak terbukti,” ujar Ketua HKTI itu, Selasa (20/04/2021).

Abdul Wachid menilai, pasca Reformasi sampai sekarang Presiden Jokowi 2021 sudah 23 tahun bila di lihat dari neraca perdagangan, import pangan malah naik terus. Artinya Pemerintah gagal dalam menuju swasembada pangan atau ketahanan pangan.

Apalagi, kata dia, impor pangan kecenderungannya selalu di buat sebagai komoditas politik. Karena ada sesuatu yang bisa di nikmati para kapitalis yang bekerjasama dengan para pemangku kebijakan, apalagi kadang sengaja di buat impor besar di saat masuk tahun politik.

“Itu lebih gampang di buat cari pundi-pundi mensukseskan perpolitikan bila di banding membina Petani, Peternak untuk menuju swasembada,” katanya.

Data BPS menunjukkan impor garam Maret 2021 sebanyak 299.736 ton. Artinya impor garam naik 275 persen dari Februari 2021 sebanyak 79.929 ton.

Sedangkan impor gula di kuartal I-2020 meningkat signifikan yakni sebanyak 1,93 juta ton atau naik 42,96 persen dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2020 yang tercatat sebanyak 1,34 juta ton.

Impor kedelai pada Maret sebanyak 255.296 ton atau naik 16,36 persen dibandingkan Februari yang tercatat sebanyak 219.401 ton. Kenaikan lebih signifikan yakni 52,27 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang tercatat sebanyak 167.663 ton

Impor jagung pada Maret tercatat sebanyak 142.439 ton. Kenaikan 528,7 perseb dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22.497 ton.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya kenaikan mencapai 229,6 persen dari 42.912 ton. Secara kumulatif, impor jagung sebanyak 379.910 ton atau naik 19,6% dibandingkan kuartal I-2020 sebanyak 317.642 ton.[bng]

Pos terkait