IPW Sebut KPK Tebang Pilih dalam Proses Penanganan Kasus Korupsi

  • Whatsapp
IPW Sebut KPK Tebang Pilih dalam Proses Penanganan Kasus Korupsi
Neta S Pane.

Monitorindonesia.com – Indonesia Police Watch (IPW) heran terhadap sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilainya tebang pilih dalam proses penanganan kasus korupsi, yang melibatkan sejumlah pejabat Negara.

Keheranan ini disampaikan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane lewat keterangan tertulisnya, Kamis (8/3/2021), terkait pemeriksaan kasus dugaan suap ekspor benur Lobster yang meilbatkan eks Menteri KKP, Edhie Prabowo.

Bacaan Lainnya

Penilaian Neta, KPK terlalu cepat memanggil Komjen Polisi Antam Novambar sebagai saksi dalam kasus suap eskpor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara di kasus suap pengadaan Bansos, nama-nama seperti Herman Heri, Ihsan Yunus dari PDIP, maupun Achsanul Qosasi dari BPK urung diperiksa KPK.

“IPW berharap, para penyidik Polri di KPK jangan takut untuk memanggil dan memeriksa Herman Heri dan Aqsanul (sebagai saksi),” ujarnya.

Sebab, lanjut Neta, jika kedua tokoh tersebut tak kunjung diperiksa, maka hal ini menunjukkan seolah KPK takut untuk memanggil nama-nama tersebut.

“Lambannya pemeriksaan terhadap keduanya seolah menunjukkan KPK takut. Seolah Herman Heri dan Achsanul dibackup oleh orang-orang kuat di negeri ini,” kata dia.

Neta menegaskan, pihaknya mendorong agar penyidik KPK tidak tebang pilih dalam melakukan proses hukum terhadap kasus-kasus yang ditangani saat ini.

“Untuk itu IPW berharap para polisi yang menjadi penyidik di KPK bersikap profesional, dan tidak tebang pilih,” ucap dia menandaskan. (Ery)

Pos terkait