Iran Minta PBB dan Negara Islam Hentikan Perang di Palestina

  • Whatsapp
Perang Hari ke-7, Korban Tewas Hamas 145, Israel 10
Warga Palestina berjalan di samping sisa-sisa bangunan 15 lantai yang hancur setelah terkena serangan udara Israel di Kota Gaza [Khalil Hamra/AP]

Monitorindonesia.com – Pemerintah Iran meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sesama negara Muslim untuk turun tangan menghentikan serangan Israel atas rakyat Palestina setelah komandan militer tertinggi negara itu berjanji mendukung Palestina.

Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, sebuah entitas di bawah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang saat ini dipimpin oleh kepala pengadilan Ebrahim Raisi dan beberapa menteri, telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Surat itu bedisi desakan untuk mengambil tindakan atas “tindakan genosida” dan “pembersihan rasial” yang dilakukan oleh Israel.

Bacaan Lainnya

Surat itu menyebutkan bahwa sikap diam dan pernyataan ambigu yang dikeluarkan untuk mendukung “hak membela diri” Israel dari Amerika Serikat tentang situasi yang terjadi di Gaza, telah mengabadikan konflik selama puluhan tahun.

Dewan tersebut meminta PBB untuk mengakui bahwa Israel melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan dan melakukan kejahatan perang”. Untuk itu perlu dibentuk komisi pencari fakta dengan melibatkan semua negara anggota dan menggunakan mekanisme hak asasi manusia.

Dikatakan bahwa “perlindungan hak untuk kembali dari semua pengungsi Palestina di seluruh dunia dan perlindungan hak untuk menentukan nasib sendiri rakyat Palestina melalui referendum”, akan menjadi solusi terbaik.

Pengeboman Israel terbaru di Jalur Gaza yang sudah mencapai hari ketujuh berturut-turut telah menewaskan sedikitnya 192 orang, termasuk 58 anak-anak seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (17/5).

Israel mengklaim mempertahankan diri dari roket yang ditembakkan oleh pejuang Hamas yang menurut mereka diluncurkan sebagai tanggapan atas tindakan keras Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki dan penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa.
Dalam sambutannya pada pertemuan virtual darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) kemarin, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan tindakan tegas dari entitas beranggotakan 57 orang itu.

Dia mengatakan negara-negara anggota harus menyusun pembelaan hukum dan politik yang “dilembagakan” melawan “rezim Zionis apartheid” di tingkat regional dan internasional.[Yohana RJ]

Pos terkait