Israel-Gaza: Hamas Prediksi Gencatan Senjata Dalam Dua Hari Kedepan

  • Whatsapp
Israel-Gaza: Hamas Prediksi Gencatan Senjata Dalam Dua Hari Kedepan

Gaza, Monitorindonesia.com – Seorang militan senior Palestina telah mengatakan bahwa dia mengharapkan Israel dan militan Gaza untuk bersepakat memberhentikan serangan dalam satu atau dua hari sementara serangan di wilayah perbetasan terus berlanjut.

Tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Rabu (19/05/2021) dia bersikeras untuk tetap melanjutkan serangan sampai situasi tenang dan aman dijaminkan untuk warga Israel.

Bacaan Lainnya

Lebih dari 100 serangan udara Israel menargetkan infrastruktur militan di Gaza Utara pada Kamis pagi (20/05/2021). Sementara para militan melakukan pembalasan serangan dengan menembakkan roket terhadap Israel.

Perang berawal di Gaza setelah beberapa minggu ketegangan antara Israel dan Palestina meningkat atas perselisihan untuk memperebutkan tempat suci yang dinobatkan oleh kedua agama Yahudi dan Islam. Hamas, kelompok militan Palestina yang memerintah di Gaza mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari lokasi yang memicu pembalasan serangan udara Israel.

Setidaknya 230 orang tewas di Gaza termasuk diantaranya 100 orang anak dan perempuan sejauh ini, menurut kementerian kesehatan Hamas. Israel mengungkapkan setidaknya 150 anggota militan yang tewas di dalam serangan mereka di Gaza. Hamas tidak memberi tahukan tokoh dan pejuang yang menjadi korban.

Di Israel setidaknya 12 orang tewas termasuk diantaranya dua orang anak, menurut petugas medis mereka. Israel mengatakan bahwa mereka telah diserang dengan 4,000 roket di daerah territorial mereka.

Berbicara melalui siaran TV Libanon al-Mayadeen, politisi Hamas Moussa Abu Mazouk mengatakan bahwa dia meyakini bahwa usaha yang sedang dilakukan untuk mengakhiri perang ini akan berhasil.

“Saya berharap gencatan senjata bisa dilakukan dalam satu atau dua hari dan gencatan senjata akan menjadi dasar kesepakatan yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Padahal Badan Intelijen Israel, Eli Cohen mematahkan laporan tentang gencatan senjata dimulai Jumat dan mengatakan melalui radio Kan Public : “Kami akan menyudahi operasi ketika kami memastikan kami telah mencapai target.” [Yohana RJ]

Sumber : BBC News

Pos terkait