Israel-Palestina Sepakat Gencatan Senjata, Menlu RI, Retno Marsudi: Jangan Sampai Kejahatan Perang Terulang Kembali

  • Whatsapp
Israel-Palestina Sepakat Gencatan Senjata, Menlu RI, Retno Marsudi: Jangan Sampai Kejahatan Perang Terulang Kembali
Menlu RI, Retno Marsudi.

Monitorindonesia.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi berharap gencatan senjata antara Palestina dengan Israel bertahan lama dan dihormati secara penuh. Gencatan senjata yang ditengahi Mesir tersebut, telah dicapai antara Israel dengan faksi-faksi Palestina pada Jumat (21/5/2021) dini hari.

“Selain itu, kita harus dapat mencegah terulangnya kejahatan ini di masa depan,” ujar Retno Marsudi melalui keterangan pers resminya, Jumat (21/5/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini, lanjut Menlu Retno. Majelis Umum PBB harus menyerukan didirikannya keberadaan internasional di Al-Quds untuk mengawasi dan memastikan keselamatan rakyat di wilayah pendudukan serta untuk melindungi status kompleks Al-Haram Al-Sharif, tempat suci untuk tiga agama.

Sebagaimana laporan Middle East News Agency (MENA), gencatan senjata “bersama dan serentak” mulai berlaku Jumat dini hari pukul 2:00 (waktu setempat Palestina).

Otoritas Pendudukan Israel dalam keterangan persnya menyampaikan, menerima gencatan senjata secara timbal balik tanpa syarat sesuai dengan usulan Mesir.

Kesepakatan tersebur juga diumumkan dalam Sidang darurat kabinet mini Israel urusan politik dan keamanan yang dipimpin Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di gedung kementerian pertahanan Israel di Tel Aviv Kamis malam (20/5/2021), yang akhirnya memberi suara setuju gencatan senjata untuk mengakhiri agresi ke Gaza.

Diketahui, perang Gaza yang berlangsung selama 11 hari telah membawa korban 234 warga tewas dari pihak Palestina, diantaranya 65 anak kecil dan 39 perempuan, sementara 1.900 luka-luka. Dari pihak Israel 12 tewas dan 600 luka-luka.

Agresi dan eskalasi tersebut dipicu oleh penyerbuan tentara-tentara Penjajah Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa pada saat jamaah masjid sedang khusyuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Selain itu juga agresi diakibatkan oleh Penjajah Zionis Israel yang berusaha merebut tanah beserta 12 rumah di wilayah Sheikh Jarrah yang secara resmi adalah milik warga Palestina. (Ery)

Pos terkait