Hari ke-9, Israel Terus Gempur Persembuyian Militan Palestina

  • Whatsapp
Militer Israel Bombardir Terowongan Persembunyian Hamas Sepanjang 15 Km
Asap dan api membumbung dari gedung menara saat dihancurkan oleh serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina di Kota Gaza 12 Mei 2021.[Foto/ Reuters]

Gaza, Monitorindonesia.com – Israel terus melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, pada Selasa (18/5/2021) dan dibalas gerilyawan Palestina dengan menembakkan roket ke Israel yang menewaskan dua pekerja Thailand di pabrik pengemasan. Serangan itu juga melukai tujuh orang lainnya dala kekerasan berkelanjutan yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu.

Setidaknya 217 warga Palestina, termasuk 63 anak-anak, telah tewas di Gaza sejak serangan dimulai. Sekitar 1.500 warga Palestina terluka. Dua belas orang di Israel tewas, termasuk dua anak, sementara setidaknya 300 lainnya luka-luka.

Presiden AS Biden telah berbicara ketiga kalinya dengan Netanyahu sejak kekerasan berkobar pada 10 Mei dan menyatakan dukungan untuk gencatan senjata. Tapi presiden AS berhenti menuntut diakhirinya kekerasan.

Kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell menyerukan penerapan gencatan senjata, setelah konferensi video para menteri luar negeri UE, menambahkan bahwa seruan itu didukung oleh semua negara anggota blok kecuali Hongaria.

Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel membunuh empat pengunjuk rasa Palestina selama demonstrasi.

Pengunjuk rasa Palestina berpartisipasi selama demonstrasi untuk menunjukkan solidaritas mereka di tengah pertempuran Israel-Gaza, di Kota Tua Yerusalem, 18 Mei 2021.

Arus pengungsi Palestina juga menjadi perhatian karena kekhawatiran yang meningkat di wilayah tersebut bahwa kekerasan Yahudi Israel dan Arab Israel bisa lebih berbahaya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan telah “terlibat aktif” dalam upaya mediasi untuk mencoba mengakhiri kekerasan. Sementara itu, PBB mengatakan pihaknya dapat mengirim lusinan truk bahan bakar tetapi tidak ada bantuan lain ke Gaza.[Yohana RJ]

Sumber : VOA

Pos terkait