Jaksa Kabulkan JC Penyuap Edhy Prabowo, Suharjito

  • Whatsapp
Jaksa Kabulkan JC Penyuap Edhy Prabowo, Suharjito
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.[ist]

Monitorindonesia.com – Permohonan Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama, Suharjito yang merupakan penyuap mantan menteri KKP Edhy Prabowo sebagai Justice Collaborator dikabulkan jaksa KPK. Namun, Suharjito tetap dituntut 3 tahun penjara dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

“Kami berpendapat karena terdakwa (Suharjito) sudah berterus terang dan kooperatif dalam memberikan keterangan serta bersedia membuka keterlibatan pihak lain di dalam perkara ini maka permohonan terdakwa (JC) dapat dikabulkan,” ujar jaksa KPK Siswandhono.

Dikabulkannya JC teradap terdakwa Suharjito setelah jaksa melakukan kajian sesuai ketentuan peraturan yang berkaitan dengan syarat pemberian JC tersebut. Permohonan dari terdakwa agar ditetapkan sebagai JC setelah dilakukan kajian dan pertimbangan selama proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan.

“Namun pemberian Surat Ketetapan KPK sebagai JC akan diberikan setelah terdakwa memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara terdakwa lainnya,” ujar jaksa

Namun, keputusan soal JC ini tetap mengikuti keputusan majelis hakim.

Lanjut ke tuntutan, Suharjito diyakini jaksa terbukti menyuap Edhy Prabowo USD 103 ribu dan Rp 706.001.440.Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut.

Suharjito disangka jaksa bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa berupa pidana penjara selama 3 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan, dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata jaksa.[man]

Pos terkait