Terlalu Mahal, Pemasangan Jakwifi di Jakarta Diminta Dievaluasi

  • Whatsapp
jakwifi jakarta terlalu mahal evaluasi

Monitorindonesia.com – Pemprov DKI Jakarta diminta mengevaluasi program pengadaan internet gratis atau Jakwifi tahun 2020. Hal itu disebabkan program Jakwifi itu terlalu mahal.

Oleh sebab itu Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mendesak, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DKI harus turun tangan untuk melakukan evaluasi secara komprehensif. “Program itu banyak masalah,” kata Mujiyono saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Bacaan Lainnya

Mujiyono menuturkan program ini diluncurkan Gubernur DKI Anies Baswedan pada Agustus 2020. Dengan pemasangan sebanyak 1.183 titik Jakwifi dengan dibiayai oleh APBD dan terdapat dalam pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

Untuk satu titik Jakwifi menghabiskan anggaran Rp 9 juta per bulan. Untuk abonemen sebesar Rp 6 juta dan back up data Rp 3 juta per bulan.

“Banyaj keluhan dari masyarakat terhadap program itu. Terutama tidak terpenuhinya prinsip keadilan mengenai titik pasang, kecepatannya tidak maksimal sehingga sering terjadi buffering, dan anggaran Jakwifi yang terlalu besar dengan kecepatan rendah 50 Mbs,” tandasnya. (Zat)

Pos terkait