Jamin Keamanan Penumpang, MRT Jakarta Gunakan Pintu Tepi Peron

  • Whatsapp
Jamin Keamanan Penumpang, MRT Jakarta Gunakan Pintu Tepi Peron
Petugas MRT Jakarta melakukan perawatan pintu tepi peron atau Platform Screen Doors (PSD) beberapa waktu lalu [istimewa]

Jakarta MonitorIndonesia.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) menjamin keamanan pengguna jasa dengan melakukan penerapan teknologi baru dalam penggunaan sistem pintu tepi peron atau Platform Screen Doors (PSD).

Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo menyebutkan sejak tahun lalu penggunaan Platform Screen Doors (PSD) telah mendapatkan penghargaan dari International Innovation Awards di Singapura dalam kategori service and
solution karena dianggap mampu mendorong budaya disiplin antre, tertib, menjaga keamanan penumpang, dan mendorong efisiensi energi di stasiun-stasiun MRT Jakarta.

“Platform screen doors (PSD) atau pintu tepi peron adalah partisi pembatas antara area peron penumpang dan jalur rel kereta. Pemasangan pintu tepi peron bertujuan agar mencegah penumpang terjatuh ke area rel kereta, mencegah kereta terlambat akibat insiden keselamatan, mengurangi biaya penggunaan energi yang disebabkan oleh proses
mendinginkan terowongan bawah tanah, dan mengurangi kebutuhan staf stasiun serta awak kereta yang lebih banyak,” ujar Ahmad Pratomo, Senin (15/2/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Pada stasiun layang, pemasangan pintu tepi peron akan
meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang di area peron, sedangkan di stasiun bawah tanah, Selain itu PSD mampu mengurangi biaya operasional pengatur suhu udara hingga 40 persen.

MRT Jakarta menggunakan dua jenis pintu tepi peron, yaitu full height untuk stasiun bawah tanah dan half height untuk stasiun layang. Di partisi pembatas ini, terdapat pintu geser
otomatis (automatic sliding door) yang digunakan sebagai akses masuk dan keluar penumpang dari kereta, pintu darurat (emergency door), dan pintu keluar masuk masinis
(driver swing doors).

Partisi pembatas ini terbuat dari bahan kaca transparan (tempered glass), dan rangka atau frame kaca terbuat dari bahan besi baja ringan. Komponen penyusun pintu tepi peron terdiri dari kaca, rangka bingkai, motor penggerak, sensor, lampu indikator, pengeras suara, insulation membrane, dan tiang infrared. Terdapat panel manual di ujung peron yang hanya boleh digunakan oleh masinis dalam kondisi tertentu.

Pada pintu tepi peron, terdapat tiga jenis pintu, yaitu pintu geser otomatis (automatic sliding doors), pintu darurat (emergency doors), dan pintu khusus masinis (driver swing doors). Pintu Geser Otomatis/Automatic Sliding Doors Untuk jalur layang, tinggi pintu geser otomatis sekitar 1,3 meter dan lebar dua meter. Untuk stasiun bawah tanah, tinggi pintu geser otomatis sekitar dua meter dan lebar dua meter.

Pintu ASD terintegrasi dengan sistem persinyalan kereta, yaitu Communication-based Train Control (CBTC) yang memungkinkan pintu terbuka atau tertutup secara otomatis ketika pintu kereta terbuka atau tertutup serta memungkinkan posisi kereta akan selalu tepat di depan ASD tersebut.

Selain dilengkapi dengan dua sensor (obstacle sensor dan infrared sensor) untuk mencegah penumpang terjepit di antara ASD ini, pintu juga dilengkapi dengan lampu indikator dan pengeras suara sebagai penanda atau peringatan pintu akan terbuka atau tertutup. Sebagai tambahan fitur jaminan keselamatan dan kenyamanan pengguna, PSD juga dilengkapi dengan insulation membrane yang berfungsi untuk mencegah electrical shock dari PSD,meskipun sengatan tersebut sangat jarang terjadi dan tidak membahayakan.

“Untuk fase 1, PT MRT Jakarta membangun 672 pintu geser otomatis yang tersebar di 13 stasiun. Tim perawatan MRT Jakarta mendapatkan sejumlah pelatihan dan benchmarking ke operator kereta otomatis lainnya di luar negeri, yaitu JR East Jepang, serta pelatihan teori dan praktik oleh penyedia teknologi ini,” tambah Ahmad Pratomo.

Selain pintu ASD dan PSD adapula dua jenis pintu lainnya moda transportasi MRT Jakarta, yakni:

Pintu Darurat/Emergency Doors
Sebagai tambahan fitur keselamatan, PSD juga dilengkapi dengan pintu darurat yang hanya bisa dibuka secara manual dari sisi rel/kereta. Pintu darurat berjumlah 168 unit yang
tersebar di tiga belas stasiun. Tersedia enam pintu darurat PSD di satu area peron stasiun (dua belas pintu darurat per stasiun), kecuali Stasiun Blok M yang memiliki tiga lajur.

Pintu masinis/Drivers Swing Doors
Terletak di ujung tiap peron penumpang, pintu khusus masinis diperuntukkan khusus sebagai akses keluar masuk masinis. Terdapat 56 unit di tiga belas stasiun di fase 1 ini. Di dekat pintu ini, terdapat panel manual yang hanya boleh dioperasikan oleh masinis pada kondisi tertentu.

Sedangkan untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan pihak MRT melakukan tiga jenis perawatan yakni:
1. Predictive maintenance yang dilakukan secara visual oleh petugas terkait dan dilaksanakan pada saat waktu operasional
2. Preventive maintenance yang bersifat dua mingguan meliputi pembersihan (cleaning), pengencangan (tightening), penyesuaian (adjusting), dan tes fungsi (functional test) yang dilakukan di luar waktu operasional kereta
3. Corrective maintenance yang merupakan kegiatan perbaikan alat maupun sistem dengan kegiatan seperti penyesuaian perangkat lunak maupun mekanik atau penggantian suku cadang apabila diperlukan.

Pos terkait