Jangan Terpancing, Azis Syamsuddin Minta TNI-Polri Utamakan Keselamatan Warga dari Serangan Sparatis

  • Whatsapp
Jangan Terpancing, Azis Syamsuddin Minta TNI-Polri Utamakan Keselamatan Warga dari Serangan Sparatis
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin melihat dari dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katredal dan korban ledakan di RS Bhayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/4/2021) kemarin.

Monitorindonesia.com – Aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali dilakukan di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta TNI-Polri untuk tidak terpancing dengan aksi yang dilakukan kelompok sparatis tersebut.

“Jangan terpancing. Utamakan keselamatan warga, ini yang harus lebih dulu dilakukan. Ini juga jalan terbaik guna menghindari jatuhnya korban jiwa,” terang Azis Syamsuddin dalam keterangan persnya, Selasa (13/4/2021).

Bacaan Lainnya

Azis meminta adanya penambahan personel di lokasi tersebut. guna memperkuat pasukan yang tengah bertugas. Menurutnya ada dua tugas, pertama menjaga keselamatan warga, kedua tetap melakukan penekanan terhadap KKB bersenjata, dalam upaya penegakan hukum terhadap di tanah NKRI.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, penyekatan di sejumlah titik sangat dilakukan. Termasuk pengerahan pesawat guna memantau gerak KBB.

“Tujuan KBB sasarannya adalah aset vital negara dan warga. Jika teror ini berhasil dilancarkan maka, situasi menjadi tidak kondusif. Maka saya sampaikan di awal, pentingnya melakukan perlindungan pada permukiman warga khususnya area tertentu misalnya fasilitas kesehatan dan pasar tradisional,” papar Azis.

KKB, sambung Azis, sejak tahun 2020 lalu berupaya masuk dan mengganggu di areal PT. Freeport. Bahkan sejumlah aset vital penghubung transportasi menjadi sasaran mereka.
“Pola sekarang berubah. Mereka mengintimidasi masyarakat. Mengancam dan tak segan-segan membunuh, seperti peristiwa yang dilami guru di Papua,” ungkap Azis.

Terakhir, Azis Syamsuddin mengapresiasi sikap cepat dan tanggap yang dilakukan jajaran Polda Papua yang telah mengerahkan helikopter TNI-Polri untuk mengevakuasi warga dari Beoga, Kabupaten Puncak, ke Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

“Ini upaya tepat. Evakuasi warga dari Beoga salah satu langkah menghindari terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan KKB. Dipilihnya Sugapa juga sangat ideal, karena letaknya lebih dekat dibanding ke Ilaga dan Timika. Terima kasih atas langkah yang dilakukan,” tutup Azis Syamsuddin dalam keterangan resminya. (Ery)

Pos terkait