Manfaatkan Jasa Ekspedisi, Polres Jaksel Bongkar Sindikat Peredaran Narkoba

  • Whatsapp
Manfaatkan Jasa Ekspedisi, Polres Jaksel Bongkar Sindikat Peredaran Narkoba

Monitorindinesia.com – Dengan menggunakan jasa ekspedisi, 5 pelaku penyalahgunaan narkoba jenis ganja berhasil ditangkap Sat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021). Saat ini, polisi tengah memburu sejumlah orang lainnya yang masih berstatus sebagai DPO.

“Total ada 5 orang yang kami amankan terjait kasus narkotika, yakni IF, MH, MYH, DC dan satu lagi hasil pengembangan dari DC dengan barang bukti totalnya ada 12 kg lebih ganja dan 644 gram sabu,” ungkap Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah pada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Bacaan Lainnya

Para pelaku itu ditangkap di tempat berbeda, yakni di kawasan Jakarta Selatan dan Bogor. Sedangkan tersangka yang ditangkap pertama berinisial DC, berkembang ke tersangka MH, MYH, dan IF hingga akhirnya ditangkap kembali satu tersangka lainnya.

“Pengungkapan kasus berawal dari adanya informasi masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika hingga akhirnya dilakukan penyidikan dan berhasil menangkap para pelaku,” tuturnya.

Modusnya pelaku melakukan peredaran narkotika itu menggunakan jasa pengiriman ekspedisi, polisi lalu melakukan penguntitan pada barang haram tersebut. Perannya pun ada yang sebagai penjual, perantara penjual, dan pengedar, polisi saat ini masih mendalami lebih lanjut pelaku utamanya.

“Masih ada beberapa DPO yang masih kami cari, seperti Oman, JU, Beo, dan Bang. Pelaku DC khususnya yang pertama ini mengaku sudah tiga kali melakukan pengiriman dengan menerima upah sekali kirim Rp1 juta, sedangkan IF dapat upah Rp3 juta,” jelasnya.

Dalam kasus ini, tambahnya, pelaku IF dijerat pasal Pasal 114 ayat 2 Sub Pasal pasal 111 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana paling lama 20 tahun. Ungkap kasus itu dilakukan polisi selama kurn waktu 1 minggu lamanya, yakni sejak tanggal 25-29 Mei 2021.

“Untuk barang dari luar Jawa dan masih dalam proses pengembangan lebih lanjut. Nah ini selalu sebuah jaringan ya, tidak jarang perorangan atau mungkin pengguna akan berkembang menjadi pengedar. Lalu untuk harga jualnya tergantung pasaran, sabu 1 gram Rp400 ribu dan ganja 100 gram sekitar Rp400 ribu,” ucapnya. (tak)

#Jasa Ekspedisi
#Jasa Ekspedisi-Sindikat Peredaran Narkoba

Pos terkait