Jerman Gelar Penyuntikan Vaksin Covid-19 Semua Orang Dewasa 7 Juni

  • Whatsapp
Jerman Gelar Penyuntikan Vaksin Covid-19 Semua Orang Dewasa 7 Juni

Berlin, Monitorindonesia.com – Menteri kesehatan Jerman, Jens Spahn mengumumkan Senin (17/05/2021) bahwa akan mengakhiri penyuntikan vaksin Covid-19 dengan memprioritaskan kelompok tertentu dan akan membuka penyuntikan vaksin untuk semua warga dewasa yang menginginkannya efektif per 7 Juni mendatang.

Berbicara kepada wartawan media di Berlin, Menteri Spahn menuturkan bahwa sistem prioritas penyunktikan vaksin yang sedang berlangsung sekarang terhadap kelompok orang yang lebih rentan terkena virus, biasanya seperti orang yang lebih tua pantas mendapatkan suntikan vaksin terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Dia juga menambahkan sekitar 70% warga yang berusia 60 tahun telah menerima vaksin setidaknya sekali dan sekitar ¼ dari mereka sudah divaksin secara penuh.

Dia mengatakan bahwa 40 juta dosis vaksin telah diberikan dan sekitar Sembilan juta orang telah divaksin secara lengkap di negara yang berpenduduk 83 juta jiwa. Tetapi Spahn mengatakan bahwa saat ini dalam fase peningkatan dan menjelang akhir bulan, dia mengharapkan sekitar 40% dari semuar warga Jerman akan divaksin minimal sekali suntikan.

Menteri Spahn tetap lanjut dengan memprioritaskan orang yang lebih rentan dan beberapa kelompok profesi yang lebih gampang terinfeksi virus dengan alasan moral dan kebutuhan secara epidemiologis. “Itu bukan birokrasi; itu untuk menyelamatkan nyawa manusia.” Dia menuturkan.

Spahn juga meminta warga untuk bersabar dengan mengatakan tidak semua yang meminta akan divaksin segera pada 7 Juni 2021. Tetapi dia menjanjikan kampanye vaksinasi akan dilanjutkan sesuai perencanaan dan semua orang yang tinggal di Jerman yang bersedia disuntik vaksin bisa menerima vaksinasi menjelang akhir musim panas.

Spahn mengatakan khusus protocol Covid-19 diberlakukan bulan lalu telah memberi dampak dengan mengurangi jumlah kasus dengan 100 kasus positif dari 100,000 orang yang melakukan tes dalam satu minggu terakhir menurut Lembaga Infeksi Penyakit dari yayasan Robert Koch (Department of Infectious Disease).[Yohana RJ]

 

Sumber:  VOA

Pos terkait