Usulan Jokowi PTM Dua Hari Seminggu Perlu Jadi Pertimbangan

  • Whatsapp
Usulan Jokowi PTM Dua Hari Seminggu Perlu Jadi Pertimbangan

Monitorindonesia.com – Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengatakan usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan selama dua hari dalam seminggu perlu menjadi pertimbangan.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani, usulan tersebut tetap harus menjadi rujukan bagi Pemprov DKI, selain melihat perkembangan data dan fakta kasus Covid-19 di Ibukota.

Bacaan Lainnya

“Saya rasa bila melihat masa pandemi yang masih cukup tinggi saat ini usulan pak Presiden bisa jadi bahan pertimbangan,” kata Rani melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Sebab saat ini Rani mengungkapkan selama mengikuti kegiatan sekolah secara daring atau online, siswa mulai mengalami kejenuhan. Dikhawatirkan bila hal itu dibiarkan terus-menerus, akan berdampak kepada psikologi siswa.

“Siswa selama ini hanya berada di rumah praktis tanpa kegiatan. Kegiatan belajar pun harus secara online, hal itu membuat siswa mengalami kejenuhan yg sangat tinggi,” beber Rani.

Oleh sebab itu, Menurut Rani, sekolah tatap muka yang saat ini tengah dalam tahapan uji coba kedua, bisa menjadi penawar rasa bosan siswa. Meski demikian Rani mengingatkan akan pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat agar tidak terjadi penularan virus Corona di sekolah.

“Sejauh pemantauan saya (PTM) menjadi obat bagi kejenuhan tersebut. Tetapi di saat ini perlu juga dipersiapkan sarana dan prasana yang mumpuni sesuai prokes yang dianjurkan,” kata dia.

Diketahui, Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jika Jokowi meminta pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan dua hari dalam seminggu. Kemudian juga peserta yang hadir harus 25 persen dari keseluruhan siswa.

“Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” ucap Budi. (Zat)

#PTM

Pos terkait