Jumlah Korban Akibat Covid-19 di India Capai Rekor Dunia

  • Whatsapp
hari ini-angka-kematian-india-tembus-4-000
Korban Covid-19 di India terus meningkat.

New Delhi, Monitorindonesia.com – India saat ini dilanda gelombang kedua virus Corona yang jauh lebih dahsyat dari yang pertama. Sebagaimana dilansir dari BBC, Jumat (30/4/2021) jumlah kasus Covid di negara berpenduduk tersar kedua di dunia itu mencapai 386.452 kasus baru yang merupakan rekor dunia untuk kasus harian sejauh ini.

Setidaknya 3.500 pasien Covid meninggal hari kemarin, termasuk 400 korban jiwa di Delhi juga rekor baru di ibu kota. Para pejabat pemerintah kota Delhi, India, didesak untuk menyediakan lebih banyak tempat kremasi jenazah karena tempat pemulasaran jenazah dan krematorium di kota itu sudah penuh sesak oleh korban Covid-19.

Bantuan pasokan oksigen medis dari Amerika Serikat tiba Jumat pagi, tetapi India masih sangat kekurangan oksigen dan juga kamar rumah sakit. Kerabat pasien menggunakan sosial media untuk mencari bantuan mendapatkan ruang rawat.

Seorang polisi di Delhi mengatakan banyak kremasi jenazah yang dilakukan di krematorium umum yang tidak diperuntukkan bagi korban Covid karena terbatasnya layanan.

“Oleh karenanya kami mengimbau agar lebih banyak lagi krematorium baru yang dibangun,” ujarnya di televisi NDTV.

Pemerintah India menghadapi tekanan berat terkait penanganan wabah ini, dan juga keputusannya untuk membolehkan kampanye pemilu dan perayaan keagamaan.

Pada Jumat kemarin, Mahkamah Agung membela hak warga negara untuk menyampaikan keluhan dan permintaan tolong di media sosial selama krisis Covid ini, dan memperingatkan aparat agar tidak melarang mereka.

Keputusan itu dibuat setelah Twitter diminta penguasa untuk menghapus sejumlah konten yang mengkritisi pemerintah.

Uniknya, Menteri Kesehatan Harsh Vardhan membela diri dengan mengatakan tingkat kematian di India adalah yang paling rendah di dunia, dan bahwa pasokan oksigen masih memadai.

Pakar kesehatan Dr Zarir Udwadia mengatakan meskipun bantuan mulai berdatangan dari luar negeri, jumlahnya hanya “setitik air di samudera”.

Di India, semua warga di atas 18 tahun sudah bisa divaksinasi, tetapi pasokan vaksin jadi masalah.

India adalah produsen vaksin terbesar di dunia, tetapi pasokan yang ada masih sangat kurang bagi sekitar 800 juta warga yang berhak menerima vaksin.

Sejauh ini, kurang dari 10% rakyat India yang telah divaksin.

Selain Delhi, pusat bisnis Mumbai yang berpenduduk 20 juta orang juga kekurangan vaksin. Kota itu akhirnya memprioritaskan warga berusia 45 tahun ke atas.

Kebijakan seperti ini akan memicu masalah baru, karena Sabtu (1/5/2021) ini 40 juta warga India dijadwalkan menerima dosis kedua.[Yohana RJ]

Sumber: BBC

Pos terkait