Kabareskrim Minta Jajarannya Hentikan Main ‘Kotor’, Edi Homaidi: Patut Diapresiasi

  • Whatsapp
kabareskrim-minta-jajarannya-hentikan-main-kotor
Edi Homaidi.[ist]

Monitorindonesia.com – Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengapresiasi positif gebrakan Kabareskrim Polri Komjen Polisi Agus Andrianto yang meminta jajarannya menghentikan permainan ‘kotor’ dalam pelayanan penyelidikan maupun penyidikan Kepolisian. Gebrakan tersebut sudah tepat dalam upaya menciptakan aparat Kepolisian yang bersih dan berwibawa.

Demikian disampaikan Ketua KMI Edi Homaidi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/4/2021) mengomentari permintaan Kabareakrim kepada bawahannya tersebut.

Menurut Edi Homaidi, gebrakan Kabareskrim itu bukan tanpa alasan, mengingat selama ini bisa dibilang citra institusi Kepolisian terpuruk akibat ulah oknum-oknum yang mementingkan pribadinya, ketimbang masyarakat.

“Apalagi sejak pandemi Covid-19 ini, masyarakat paling terdampak perekonomiannya,” sebut eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Bahkan, Edi meyakini permintaan Kabareskrim itu juga untuk meringankaan beban masyarakat yang diakibatkan pandemi Covid-19.

“Karenanya, KMI mengapresiasi langkah Kabareskrim itu,” ucap eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Seperti diketahui, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto ketika memberikan pengarahan kepada jajaran kewilayahan dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, Selasa (4/5/2021), meminta kepada jajarannya untuk menghentikan permainan kotor dalam pelayanan penyelidikan maupun penyidikan Kepolisian.

Awalnya, Agus menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua sebesar 5%. Jokowi juga meminta kepala daerah untuk mempercepat belanja modal dan belanja barang.

“Sebagaimana yang sudah saya sampaikan, Bapak Kapolri juga telah menyampaikan lebih dari dua kali, meminta kepada para Kapolda untuk ikut berpikir, memikul, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan hal tersebut,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Ia menyampaikan program-program yang sudah dianggarkan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional harus dapat diberikan pengamanan, pengawalan, asistensi, agar tidak terjadi kesalahan.

“Bukan kolaborasi dan parahnya justru berkonspirasi yang pada akhirnya menjadikan obyekan, minta jatah, mencari-cari kesalahan sehingga mengganggu-menghambat dan mengurangi capaian target yang diharapkan pemerintah,” jelasnya.

Secara umum, kata Agus, masyarakat sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Atas dasar itu, ia meminta jajaran Polri untuk tidak menambah beban masyarakat dengan permainan kotor pelayanan penyelidikan dan penyidikan Kepolisian. (Ery)

Pos terkait