Kadis SDA Diperiksa Kajati, Begini Komentar Pengamat

  • Whatsapp
Kadis SDA Diperiksa Kajati, Begini Komentar Pengamat

Monitorindonesia.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yusmada Faisal diperiksa Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait dugaan korupsi alat berat di Dinas Bina Marga DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015.

Menanggapi hal tersebut, pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta Gubernur Anies non aktifkan yang bersangkutan agar fokus pada kasus dugaan korupsi tersebut. “Minimal dinonaktifkan dulu agar lebih fokus,” kata Trubus, saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Sebab, menurut Trubus, kasus yang menjerat Yusmada dibilang lebih berat dari kasus pelecehan seksual yang menjerat mantan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blessmiyanda. “Seharusnya kalau berpatokan pada kasus Bless itu semua harus kena sanksi tegas apalagi ini korupsi,” lanjutnya.

Trusbus meyakini jika Yusmada dinonaktifkan akan membuatnya lebih bebas saat menjalani pemeriksaan juga tanpa intervensi. “Artinya kan jangan sampai dia punya kekuasaan yang mampu menghilangkan alat bukti. Apalagi ini publik sudah tau, artinya kan harus diberi kesempatan agar publik turut mengawasi,” terang dia.

Trubus menambahkan, dirinya mengapresiasi kinerja penegakan hukum yang dilakukan Kejati. Sebab selama ini dugaan-dugaan ksus korupsi di Jakarta hampir tidak tersentuh. “Kecuali dulu kasus Sanusi yang kena masalah reklamasi ya, sama terakhir kasus DP 0 rupiah Sarana Jaya itu. Selama ini Pemprov y kesannya sakti dalam arti penegak hukumnya hampir tak tersentuh. Padahal ada kerjasama KPK,” beber Trubur.

Diketahui, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengeluarkan panggilan pada Kadis SDA DKI Jakarta Yusmada Faisal untuk dimintai keterangan. Pemanggilan dengan surat dengan nomor SP/248/M.1.5/Fd.1/04/2021 itu untuk meminta keterangan dari Yusmada mengenai dugaan tindakan pidana korupsi dalam pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan pada UPT Alkal Dinas Bina Marga DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015.

Yusmada diperiksa setelah ada temuan BPK Perwakilan Jakarta TA 2016 di Dinas Bina Marga DKI Jakarta, ada indikasi Kerugian Daerah senilai Rp.13.432.155.000 dalam proyek pengadaan alat berat, dimana tshun 2015 Ir. Yusmada Faisal menjabat sebagai Kadis Bina Marga, dan saat ini telah dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Kadis Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta. (Zat)

Pos terkait