Kang Dedi Bingung, Lokasi Wisata Dibuka Tapi Ziarah Kubur Dilarang

  • Whatsapp
Kang Dedi Bingung, Lokasi Wisata Dibuka Tapi Ziarah Kubur Dilarang
Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi.[Ist]

Monitorindonesia.com –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat melarang masyarakat untuk melakukan ziarah kubur selama libur lebaran mulai dari tanggal 12- 16 Mei 2021. Namun, di sisi lain Pemda wilayah itu membuka tempat wisata.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengaku bingung dengan kebijakan tersebut. Terlebih ziarah kubur sudah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

“Hari ini saya dibuat bingung oleh sebuah kebijakan. Tempat wisata dibuka sementara ziarah kubur dilarang,” ujar kang Dedi sapaan akrab Dedi Mulyadi, Kamis (13/6/2021).

Dedi mempertanyakan alasan membuat kebijakan tersebut. Sebab antara tempat wisata dan pemakaman mana yang lebih berisiko menimbulkan kerumunan dan berdesakan sehingga dikhawatirkan menjadi kluster Covid-19.

“Yang jadi pertanyaan dari dua tempat itu mana kira-kira yang paling berisiko?,” ucapnya.

Pengalaman Dedi, justru orang lebih banyak berdesakan di pintu masuk areal wisata dibanding ke pemakaman. Dedi pun mempertanyakan apakah ziarah kubur bisa masuk wisata religi atau tidak.

“Bolehkan ziarah kubur jadi wisata ziarah kubur? Apakah itu masuk wisata juga karena kan bisa disebut wisata religi,” kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi jika pembukaan tempat wisata dalam rangka peningkatan ekonomi maka ziarah kubur pun bisa masuk kategori tersebut. Sebab selama di pemakaman banyak perputaran ekonomi masyarakat mulai dari penjual bunga hingga makanan.

Ia berharap kebingungan tersebut bisa dijawab oleh pemerintah. Sehingga masyarakat tidak dibuat bingung dan kecewa dengan kebijakan yang sudah diberlakukan tersebut.[Lin]

#Kang Dedi
#Kang Dedi Bingung

 

Pos terkait