Kasus Dugaan Korupsi di BPJS-TK, Presiden KSPI: Besok Kami Akan Minta Penjelasan

  • Whatsapp
Selasa Depan, Ribuan Buruh "Geruduk" Kantor PBB dan Kedubes AS di Jakarta
Said Iqbal

Monitorindonesia.com – Kasus dugaan korupsi yang terjadi di lembaga yang uang buruhm yakni BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) yang telah masuk tahap penyidikan pihak Kejaksaan Agung, membuat salah satu LSM buruh terbesar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) gerak cepat. Rencananya Rabu besok, 17 Maret 2021, KSPI akan bertemu dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan.

Presiden KSPI Said Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (16/3/2021) menyampaikan, dalam pertemuan nanti pihaknya akan meminta penjelasan dan berdiskusi terkait indikasi dugaan korupsi di lembaga yang mengelola uang buruh tersebut.

“KSPI berharap Dirut BPJS Ketenagakerjaan yang baru berserta jajarannya memiliki semangat yang sama dengan kaum buruh untuk mengungkap dugaan korupsi,” katanya seraya menuturkan bahwa hal ini dilakukan agar ada keterbukaan atas pertemuan pimpinan buruh dan petinggi BPJS Ketenagakerjaan.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan ini, KSPI menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap Kejaksaan Agung untuk menuntaskan dugaan tindak pidana korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

Penyidikan kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan ini telah dimulai Kejagung sejak 19 Januari 2021. Kasus tersebut ditangani oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor: Print-02/F.2/Fd.2/01/2021.

Kejagung memperkirakan ada potensi kerugian negara hingga Rp20 triliun dalam perkara ini. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah menyatakan, nilai kerugian tersebut masih dianalisis perihal kemungkinan risiko bisnis.

Awalnya BPJS Ketenagakerjaan diindikasikan dugaan korupsi salah Kelola dana investasi saham dan reksa dana sebesar Rp43 triliun. Namun Per 12 Februari 2021, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, dugaan korupsi menjadi Rp20 Triliun. (Ery)

Pos terkait