Kasus Pelecehan Seksual, Pemprov DKI Tak Halangi Blessmiyanda Gunakan Hak Hukumnya

  • Whatsapp
dki-lansia-dan-anak-anak-dilarang-keluar-rumah
Wagub DKI Jakarta Ariza. [Ist]

Monitorindonesia.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, eks Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Blessmiyanda punya hak hukum untuk melaporkan pihak-pihak yang dianggap merugikan nama baik.

Karena itu menurut Riza, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menghalangi Blessmiyanda untuk menggunakan haknya tersebut. “Apabila dari pihak pengacara ingin melaporkan ke kepolisian terkait pencemaran nama baik, silakan, itu adalah hak warga negara punya kedudukan yang sama di mata hukum,” ujar Riza di Balai kota, Jum’at, (30/4/2021).

Bacaan Lainnya

Meski demikian Riza meyakini, publik nantinya akan segera mendapatkan informasi dan fakta yang benar terkait tuduhan kasus pelecehan seksual oleh Blessmiyand

mempersilakan eks Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Blessmiyanda untuk melaporkan pihak-pihak yang dinilai merugikan nama baiknya. Menurut Riza, Blessmiyanda mempunyai hak untuk melakukan hal tersebut. Asalkan masih kata Riza, semua pihak harus menyampaikan sesuai dengan fakta dan data yang benar.

“Jadi sekarang silahkan masing-masing bisa menyampaikan argumentasinya dari pihak Pak Bless dan pengacara silakan disampaikan, tentu harus menyampaikan fakta dan data, kebenaran apa adanya,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Inspektorat Pemprov DKI dan Tim Adhoc telah menjatuhkan sanksi hukuman disiplin tingkat berat kepada Blessmiyanda yang terbukti melakukan perbuatan yang merendahkan martabat Pegawai Negeri Sipil.

Terkait pernyataan Pemprov DKI tersebut, mantan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Blessmiyanda melalui tim pengacaranya mengancam akan melaporkan pihak-pihak yang menudingny sebagai pelaku pelecehan Seksual.

“Pihak-pihak yang selama ini menuding klien kami melakukan pelecehan seksual atau pun perselingkuhan akan kami laporkan secara pidana karena memang tidak pernah hal itu terjadi,” kata penasihat hukum Blessmiyanda, Suriaman Panjaitan, melalui pesan singkat, Kamis, (29/4/2021). (Zat)

Pos terkait