Kasus Penembakan Warga Kulit Hitam, Demonstran Tuntut Keadilan

  • Whatsapp
Kasus Penembakan Warga Kulit Hitam, Demonstran Tuntut Keadilan

Minnesota, Monitorindonesia.com – Ratusan orang berkumpul di depan kantor polisi Minnesota, AS pada Senin malam melakukan aksi protes terhadap polisi yang menembak mati seorang pria kulit hitam.

Polisi di Minneapolis, pusat kota Brooklyn menembakkan gas air mata dan melemparkan granat kejut mencoba untuk membubarkan para pendemo setelah diberlakukan batas jam malam terbaru.

Bacaan Lainnya

Daunte Wright berusia 20 tahun merupakan keturunan Afrika terbunuh pada saat diberhentikan di jalan raya Minggu sore (11/04/2021).

Kepala kepolisian pusat Brooklyn, Tim Gannon menjelaskan keyakinannya bahwa anggota kepolisian tidak sengaja menembak Wright dengan senjata api yang seharusnya menggunakan tasernya. Taser merupakan alat pertahanan diri dengan kejut listrik.
Biro Kriminal Nasional masih menyelidiki penembakan tersebut.

Anggota kepolisian yang bersangkutan berusia 26 tahun telah diminta untuk cuti sementara Walikota Brooklyn Pusat meminta aparat tersebut dipecat.

“Kita tidak sepantasnya melakukan kesalahan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Kami akan melalukan apapun untuk menjamin keadilan bagi semua orang” katanya.

Saudara laki-laki Wright, Dallas Bryant berbicara pada saat acara penyalaan Senin malam (12/04/2021) dan mempertanyakan bagaimana bisa seorang aparat kepolisian bisa salah mengenali senjata api dan taser. “Kamu tentu tahu perbedaan plastic dan besi. Semua orang tahu itu,” katanya.

Gannon juga menunjukkan video kamera dari aparat polisi yang melakukan penembakan terdapat tiga orang polisi disekeliling mobil yang diberhentikan tersebut. Ketika salah satu polisi mencoba memborgol Wright, terjadi perlawanan. Polisi tersebut terdengar teriakan “Taser” beberapa kali sebelum menembakkan senjata apinya.

Presiden Joe Biden berkata bahwa penyelidikan yang akan menentukan apa yang sebenarnya terjadi dan tidak ada pembenaran untuk kekerasan penjarahan yang mengakibatkan unjuk rasa pada Minggu malam (11/04/2021).

“Saya meminta para pendemo untuk tetap damai dan tentram” jelas Presiden Biden kepada para wartawan, Senin (12/04/2021) di istana negara. “Dan kita juga harus menghargai keinginan Ibu korban yang meminta tetap tenang dan tentram.”

Dalam sebuah wawancara oleh seoran reporter, Ibu korban, Katie Wright meminta para pendemo untuk tetap tentram dan fokus terhadap kematian anaknya. Dia juga menceritakan ketika anaknya meneleponnya saat mobilnya diberhentikan polisi dan mendengar suara polisi.

Katie Wright mengungkapkan apa yang diutarakan anaknya “hanya karena memiliki penyegar udara di dalam mobil, lalu mereka menyuruhnya keluar mobil” dia menjelaskan selama mereka berbicara lewat telepon, dia mendengar percekcokan dan seseorang yang berkata “Daunte, jangan lari!” sebelum panggilan telepon berakhir. Ketika dia mencoba menelpon kembali , pacar anaknya yang mengangkat telepon dan memberitahukan bahwa anaknya telah tertembak.

Brooklyn Pusat hanya beberapa kilometer dari kantor polisi tempat kejadian pembunuhan George Floyd Mei tahun lalu. Kematian Floyd tersebar keseluruh dunia dan memprotes tindakan brutal aparat kepolisian dan kesenjangan ras di AS.

Untuk merespon kematian Wright, dua tim olahraga professional di Minnesota termasuk tim baseball Minnesota Twin dan tim basket Minnesota Twins, dan tim hockey Minnesota Wild menunda jadwal pertandingan mereka pada hari Senin (12/04/2021).[Yohana RJ]

Sumber:  VOA

Pos terkait