Kasus PT. Asabri, Kejagung Sudah Sita Aset Senilai Rp 7 Triliun

  • Whatsapp
Kasus PT. Asabri, Kejagung Sudah Sita Aset Senilai Rp 7 Triliun

 

Monitorindonesia.com – Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah mengatakan, nilai aset milik para tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana dan investasi PT Asabri sementara ini sudah terkumpul Rp 7 triliun. Sebelumnya, ada di kisaran Rp 4,4 triliun.

“Sekarang total sementara nilai aset sudah Rp 7 triliun,” kata Febrie kepada Monitorindonesia.com di Kejaksaan Agung, Jumat malam (26/03/21)

Pertambahan ini, disebut Febrie didapat usai tim penyidik rampung menghitung nilai ribuan hektare tanah yang disita dari tersangka Benny Tjokrosaputro dan satu tambang di Kalimantan Tengah milik tersangka Heru Hidayat.

Dia menyebut, masih ada tiga tambang lagi yang belum selesai dihitung oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Saat ini, tim penyidik Kejagung tengah berkonsentrasi untuk mengembalikan kerugian negara dalam kasus tersebut. Itu sebabnya Kejagung terus menurunkan tim pelacak aset untuk menyita aset-aset para tersangka yang diduga berasal dari uang Asabri.

Sejauh ini, penyidik menaksir jumlah kerugian negara dari kasus Asabri mencapai Rp 23,7 triliun. Untuk mengembalikan besaran kerugian negara itu, sejumlah aset milik tersangka pun mulai disita, di antaranya ribuan hektar tanah, empat tambang puluhan kapal, puluhan bus, sejumlah mobil, sejumlah lukisan emas, sejumlah perhiasan, dan sejumlah unit apartemen dan aset lainnya.

Penyidik telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro. Lalu, Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Selain itu, penyidik juga menetapkan dua mantan Direktur Utama Asabri sebagai tersangka. Keduanya adalah Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Kemudian, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar. Terakhir, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo. (Fanal Sagala)

Pos terkait