Kasus Suap, KPK Minta Pejabat Ditjen Pajak Penuhi Panggilan Penyidik

  • Whatsapp
Korupsi Pajak, KPK Didesak Periksa Dirjen dan Direktur Intelijen Ditjen Pajak
Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta yang menjadi tempat oknum pejabat terima suap yang kini disidik oleh KPK.[Foto/ddtc.co.id]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal (ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Angin Prayitno Aji tak menghadiri pemeriksaan tim penyidik KPK yang dijadwalkan pada Rabu (21/4/2021). Mantan pejabat pemungut uang rakyat itu beralasan sakit.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan Angin tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang sakit. Angin meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang.

Bacaan Lainnya

“Minta jadwal ulang karena sakit,” kata Ali dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Angin beserta pejabat Ditjen pajak lainnya diduga terlibat suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Ditjen Pajak Kemkeu.

Ali memastikan Angin akan dipanggil kembali pada 28 April 2021. KPK mengimbau Angin maupun pihak lainnya untuk kooperatif dengan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.

KPK sedang menyidik kasus dugaan suap bernilai puluhan miliar rupiah terkait penurunan nilai pajak di Ditjen Pajak Kemkeu. Sesuai informasi, barudua pejabat pajak yang telah menyandang status tersangka kasus ini, yaitu Angin serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak.

Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, serta Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.[man]

 

Pos terkait