Kasus Suap Lobster, KPK Terima 13 Sepeda Road Bike

  • Whatsapp
Kasus Suap Lobster, KPK Terima 13 Sepeda Road Bike

Monitorindonesia.com – Tiga belas (13) Sepeda berjenis Road Bike dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjerat mantan Menteri KKP Edhy Prabowo diterima Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dari pengamatan Monitorindonesia.com, sepeda berjenis Road Bike tiba di Gedung antirasuah pada pukul 14.25 WIB, ketiga belas tersebut bermerek Lapierre, Polygon dan Pacific.

Plt jubir KPK Ali Fikri menyebut, 13 sepeda tersebut diberikan oleh salah satu tersangka yaitu Staf Khusus (Stafsus) Edhy Prabowo Safri (SAF) ke penyidik KPK.

“Hari ini, tim penyidik KPK menerima penyerahan sepeda sebanyak 13 unit berbagai merek dari pihak yang mewakili tsk SAF,” kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (19/3/2021).

Ali menilai, uang pembelian sepeda road bike tersebut diduga berasal dari para eksportir benih lobster yang telah mendapatkan ijin dari KKP.

“Pembelian sepeda tsb diduga dilakukan oleh tsk SAF yang berasal dari uang yang dikumpulkan para eksportir yang mendapatkan ijin eksport benih bening lobster di KKP tahun 2020,” ujar Ali.

“Pembelian sepeda tersebut diduga untuk kepentingan tsk EP selaku menteri KKP saat itu.,” kata Ali.

Berikutnya,Ali bilang, akan dilakukan analisa untuk segera dilakukan penyitaan untuk barang bukti dalam berkas perkara yang dimaksud.

Dalam kasus ini KPK menjerat Edhy Prabowo dan enam tersangka lainnya. Mereka adalah Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP, Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP, Amiril Mukminin (AM) selaku sespri menteri, dan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Edhy diduga telah menerima sejumlah uang dari Suharjito, chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP). Perusahaan Suharjito telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT Aero Citra Kargo dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Diduga upaya monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020. (Fanal Sagala)

Pos terkait