Kasus Suap Petinggi Lippo Group, KPK Kembali Tetapkan Nurhadi Tersangka

  • Whatsapp
Kasus Suap Petinggi Lippo Group, KPK Kembali Tetapkan Nurhadi Tersangka
Mantan bos Lippo Group, Eddy Sindoro.[Ist]

Monitorindonesia.com – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan itu terkait kasus penerimaan suap hingga gratifikasi dari mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

“Saat ini KPK telah menaikan status penyidikan tindak pidana korupsi berupa dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara dari ES (Eddy Sindoro) dan kawan-kawan,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di gedung KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Bacaan Lainnya

Ali Fikri mengatakan, penyidik menemukan bukti bahwa dalam kasus Nurhadi. Sebelumnya ditemukan fakta baru dalam sidang perkara suap tahun 2012 sampai 2016 di Mahkamah Agung.

“Penyidikan dalam dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana Pencucian Uang atau TPPU,” kata Ali.

Ali menjelaskan penerapan pasal TPPU untuk Nurhadi karena ada dugaan terjadi perubahan bentuk dan penyamaran dari dugaan hasil tindak pidana korupsi. Ia mencontohkan pembelian aset-aset bernilai ekonomis seperti properti maupun aset lainnya.

Ali memastikan akan memberikan perkembangan lebih lanjut proses penyidikan kasus ini. Sebelumnya, Nurhadi juga didakwa menerima uang gratifikasi mencapai Rp 37,2 miliar. Uang gratifikasi itu diterima Nurhadi melalui menantunya Rezky dari sejumlah pihak.

Uang suap diterima Nurhadi itu untuk membantu perusahaan Hiendra melawan PT Kawasan Berikat Nusantara.[man]

Pos terkait