Kasus Tanjungbalai, MAKI: Yang Terhormat Azis Syamsuddin, Mohon Jangan Sembunyi

  • Whatsapp
Kasus Tanjungbalai, MAKI: Yang Terhormat Azis Syamsuddin, Mohon Jangan Sembunyi
Bonyamin Saiman, Koordonator MAKI .

Monitorindonesia.com – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mempertanyakan maksud Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin memperkenalkan penyidik KPK dari Polri, AKP Stepanus Robin Patuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Apalagi penyelidikan terhadap Syahrial sedang berjalan.

“MAKI memohon dan meminta kepada Yang Terhormat Azis Syamsudin sebagai Pimpinan dan anggota DPR RI segera memberikan klarifikasi terbuka, terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus penanganan perkara Walikota Tanjungbalai tahun 2020-2021,” kata Boyamin kepada wartawan, Sabtu (24/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Boyamin, jabatan Azis Syamsuddin sebagai Pimpinan DPR RI itu mempunyai tanggungjawab kepada rakyat. Karena itu, ia harus mengklarifikasi kepada publik, baik dalam bentuk jumpa pers atau melalui media sosial secara fair, sesuai pilihannya.

“Yang Terhormat Azis Syamsudin tidak boleh menunda dan bahkan bersembunyi dengan cara memberikan jawaban pendek. Kalau tidak ada masalah mestinya buka-bukaan tanpa ada yang ditutupi. Sebab jika tidak, masyarakat akan memaknai hal-hal yang buruk berdasar dugaan keadaan yang disembunyikan,” ujarnya.

Menurut Boyamin, ada dua pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) yang bisa digunakan KPK terkait Azis. Apa saja?

“Tapi kan berdalih alasannya waktu itu kan masih penyelidikan, tapi apa pun proses menghalangi penyidikan itu adalah secara keseluruhan. Karena istilahnya menghalangi penegakan hukum. Nah, obstruction of justice itu bisa dikenakan dengan Pasal 21,” ucap Boyamin.

Kedua bisa dengan Pasal 15, istilahnya dengan istilah permufakatan jahat atau persekongkolan. Karena apa pun ini kan seperti dalam kasus ini seakan-akan untuk menghalangi proses berikutnya, demikian Boyamin Saiman. (Ery)

Pos terkait