Kebakaran Rumah Sakit Covid-19 Irak Tewaskan 23 Orang 

  • Whatsapp
Update, Kebakaran RS di Baghdad, 82 Tewas dan 110 Terluka
Kebakaran di RS Baghdad, Minggu (25/4/2021). [Foto/Reuters]

Baghdad, Monitorindonesia.com – Setidaknya 23 orang tewas dalam kebakaran rumah sakit khusus Covid-19 di ibu kota airak, Baghdad. Puluhan lainnya mengalami luka bakar yang terjadi di rumah sakit Ibn Khatib pada Sabtu malam (24/04/2021).

Dilaporkan bahwa kebakaran terjadi karena ledakan tabung oksigen, menyemburkan api.Beberapa video di media sosial menunjukkan para petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan si jago merah dan beberapa orang tampak menyelamatkan diri dari gedung tersebut.

Bacaan Lainnya

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi meminta untuk segera melakukan investigasibpenyebab kebakaran yang menurutnya peristiwa tragis

Kepala pertahanan Irak, Mayor Jendral Kadhim Bohan menyatakan melalunpernyataannya ke media bahwa api itu berasal dari ruang instalasi gawat darurat, di lantai yang dirancang untuk perawatan paru-paru.

Sejauh ini tim keadaan darurat telah menyelamatkan 90 dari 120 pasien beserta keluarga pasien, ungkap lembaga berita INA mengutip pernyataan Kodhim Bohan. “Sekitar 30 pasien yang berada dalam perawatan ICU yang dikhususkan untuk kasus infeksi Covid-19 yang paling parah.

Pertahanan Nasional Irak mengungkapkan bahwa api bisa dipadamkan pada Minggu subuh (25/04/2021).

Gubernur Baghdaf Mohammed Jaber menegaskan kembali perintah perdana menteri untuk proses investigasi segera untuk menetukan pihak yang bertanggungjawab atas kecelakaan ini.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah komisi HAM mengatakan bahwa kecelakaan tersebut merupakan sebuah tindakan kriminal bagi para pasien Covid-19.

Banyak rumah sakit di Irak yang telah mencapai batas daya tampung selama pandemi Civid-19 ditambah lagi adanya isu perang yang menahun, kelalaian dan korupsi.

Infeksi Covid-19 telah meningkat secara tajam sejak Februari 2021 di Irak dan mencapai total lebih dari satu juta kasus infeksi minggu ini.

Menteri kesehatan telah mencatat total terinfeksi Covid-19 1,025,288 kasus dengan jumlah kematian 15,217 jiwa sejak awal pandemi.

Negara telah meluncurkan kampanye program vaksinasi bulan lalu dna telah menerima hampir 650,000 vaksin yang kebanyakan berasal dari Covax, program penyuntikan vaksin global.[Yohana RJ]

Sumber: BBC

Pos terkait