Kejagung Kejar Aset Tersangka Kasus Asabri di Luar Negeri

  • Whatsapp
Kejagung Kejar Aset Tersangka Kasus Asabri di Luar Negeri

Monitorindonesia.com – Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengutarakan kendala dalam mencari aset para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri yang berada di luar luar negeri. Hal itu karena masih ada hambatan di persoalan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance (MLA).

“Mudah-mudahan MLA-nya bisa lancar sehingga teman penyidik bisa langsung berangkat. Terutama Singapura yang bisa diproritaskan dulu,” ucap Febrie di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan kepada Monitorindonesia.com pada Selasa (23/03/21).

Bacaan Lainnya

Sebagai informasi, MLA digunakan untuk memudahkan Indonesia dalam pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil tindak pidana rasuah (asset recovery).

Febrie mengatakan, pemerintah negara tujuan kerap meminta kepastian hukum jika Indonesia ingin menyita aset tersangka kasus korupsi yang disimpan di luar negeri.

“Saya lihat ini kan kepentingan negara lain ya. Mereka juga minta kepastian, jadi semacam apakah putusan dari pengadilan ini sudah ada?” ucap Febrie.

Kejagung sementara ini masih mengandalkan putusan kasus PT Asuransi Jiwasraya lantaran ditemukannya sejumlah aset di kasus itu yang beririsan dengan kasus Asabri. “Makanya kami juga mengandalkan dari putusan Jiwasraya karena kan pelakunya sama (Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat),” pungkas Febrie. (Fanal Sagala)

Pos terkait