Rencana Kejagung Melelang Aset Asabri, Dikritik Pakar Hukum

  • Whatsapp
kejagung-melelang-aset-asabri-pakar-hukum
Salah satu aset milik Asabri yang dilelang Kejagung.

Monitorindonesia.com – Rencana Kejaksaan Agung (Kejagung) melelang sejumlah barang bukti terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), menuai kritik. Salah satunya terkait mekanisme pelelangan diatur dalam Pasal 45 KUHAP.

Kritik ini disampaikan Dosen Ilmu Hukum Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Lucianus Budi Kagramanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/5/2021).

Diketahui, keputusan itu dilakukan Korps Adhyaksa karena terbebani biaya pemeliharaan aset sitaan. Bahkan sejumlah barang yang disita kejaksaan ternyata ditengarai banyak yang tidak terkait kasus tindak pidana korupsi yang dituduhkan, termasuk adanya pernyataan hutang piutang dan barang yang dijaminkan ke pihak ketiga.

Melanjutkan pernyataanya, Lucianus mengatakan, jika aset sitaan masih berstatus utang piutang maupun yang tak terkait kasus tipikor, maka kejaksaan diduga melakukan kesalahan.

“Pada dasarnya Kasus Jiwasraya dan Asabri adalah perkara perdata, dan tidak ada unsur korupsinya. Mestinya tidak masuk peradilan Tipikor,” ujarnya.

Ia pun menilai kejaksaan terlalu memaksakan diri jika sudah tahu ada aset yang tak terkait kasus ASABRI yang dipaksakan penyitaannya hanya untuk mengejar agar sesuai dengan besaran kerugian negara.

“Kalau dipaksa berarti perkara yang mestinya ditangani di pengadilan negeri salah alamat jika ditangani oleh pengadilan tipikor,” demikian Prof. Lucianus. (Ery)

 

#Kejagung

Pos terkait