Kelompok Bersenjata Menculik Siswa dari Sekolah

  • Whatsapp
Kelompok Bersenjata Menculik Siswa dari Sekolah

Nigeria, Monitorindonesia.com – Sebuah kelompok bersenjata menculik sejumlah siswa dari sekolah islam di pusat kota Nigeria bagian utara pada Minggu (30/05/2021), polisi dan pemerintah Nigeria mengatakan.

Kelompok bersenjata yang melakukan penculikan untuk tebusan dituduh atas serangan beruntun di sekolah-sekolah dan kampus-kampus di Nigeria utara pada bulan-bulan terakhir menculik lebih dari 700 siswa untuk ditebus sejak Desember tahun lalu.

Seoarang juru bicara kepolisian Nigeria menyampaikan pernyataan bahwa para pria bersenjata tersebut menggunakan sepeda motor pada saat menyerang kota Tegina di Rafi, area pemerintah lokal sekitar pukul 3.00 sore Minggu (30/05/2021).

Dia mengatakan bahwa para penyerang tersebut menembaki tanpa pandang bulu dan menculik namun belum bisa dipastikan jumlah siswa di sekolah isalam Salihu Tanko yang menjadi korban.

Pemilik sekolah tersebu, Abubakar Tegian mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara telepon bahwa dia menyaksikan sendiri serangan tersebut.

“Saya melihat sendiri mereka menggunakan sekitar 20 atau 25 motor dengan diperlengkapi senjata. Mereka memasuki kawasan sekolah dan keluar dengan 150 siswa atau lebih,” tutur Tegina yang tinggal sekitar 150 meter dari sekolah tersebut.

Tegina mengatakan bahwa ada sekitar 300 murid dengan usia sekitar 7 sampai 15 tahun. Dia mengatakan bahwa para murid tinggal di rumah mereka dan datang ke sekolah untuk mengikuti pelajaran di dalam kelas.

Kebanyakan siswa yang diculik pada bulan terakhir dari asrama sekolah.
Satu orang ditembak mati selama serangan terjadi dan satu orang lainnya mengalami luka serius, ungkap juru bicara gubernur.

Dia mengatakan bahwa 11 orang anak yang diculik dilepaskan para pria bersenjata tersebut karena mereka terlalu kecil dan tidak bisa berjalan. Sekelompok penumpang bus juga diculik, katanya.

Serangan Minggu (30/05/2021) di negara Nigeria itu sehari setalah pembebasan 14 murid dari korban penculiakn bulan lalu dari sebuah kampus di lingkungan Kaduna.[Yohana RJ]

Sumber : VOA News

Pos terkait