Kemhan Rencanakan Beli Alutsista TNI dari Pinjaman Luar Negeri

  • Whatsapp
Kemhan Rencanakan Beli Alutsista TNI dari Pinjaman Luar Negeri
Ilustrasi Alutsista

Monitorindonesia.com – Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam) disebut bahwa Kemenhan berencana membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Biaya pengadaan Alpalhankam tersebut berasal dari pinjaman luar negeri.

Dalam rancangan perpres itu tertulis Menteri Pertahanan Prabowo Subianto adalah orang yang merancang kebutuhan Alpalhankam Kemenhan dan TNI. Rancangan perpres itu tertulis angka yang dibutuhkan untuk membeli alutsista adalah USD 124.995.000.

Anggaran ini meliputi untuk akuisisi Alpalhankam sebesar USD 79.099.625.314, untuk pembayaran bunga tetap selama 5 Renstra sebesar USD 13.390.000.000, untuk dana kontingensi serta pemeliharaan dan perawatan Alpalhankam sebesar USD 32.505.274.686.

Renbut (perencana kebutuhan) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah teralokasi sejumlah USD 20.747.882.720 pada Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Khusus Tahun 2020-2024.
“Selisih dari Renbut sejumlah USD 104.247.117.280 yang akan dipenuhi pada Renstra Tahun 2020-2024,” bunyi rancangan perpres Alpalhankam seperti dilihat, Sabtu (29/5/2021).

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Mayjen TNI Rodon Pedrason membenarkan rencana meminjam uang ke negara asing. Namun Rodon tidak menyebutkan angka pasti pinjaman tersebut.

Alasannya, jumlah pinjaman tidak boleh dan tidak bisa diekspos karena itu rahasia negara menurut UU. Dia meyakinkan pinjaman tersebut ditujukan untuk modernisasi alutsista TNI (AD, AL, dan AU) yang dicicil selama 28 tahun.

“Tidak membani keuangan negara,” kata Rondon ketika dikonfirmasi.[Lin]

Pos terkait