Kesbangpol Akui Kewalahan Atasi Maraknya Tawuran di Ibukota

  • Whatsapp
Kesbangpol Akui Kewalahan Atasi Maraknya Tawuran di Ibukota

Monitorindonesia.com – Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri mengajak DPRD DKI Jakarta untuk bersama-sama mengatasi persoalan tawuran yang masih marak di Ibukota.

“Untuk mengatasi masalah tawuran, dibutuhkan kerjasama dengan unsur pemerintahan lainnya. Selain dengan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait seperti Satpol PP, Dinas Pendidikan DKI, kita juga mengajak DPRD DKI untuk berkolaborasi dalam mengatasi aksi tawuran di sejumlah wilayah,” kata Taufan kepada wartawan usai rapat antara Komisi A dengan SKPD, di Gedung DPRD DKI Jakarta,Senin (26/4/2021).

Bacaan Lainnya

Taufan menjelaskan nantinya akan dibuat beberapa program guna membuat kegiatan di lingkungan terutama di wilayah-wilayah yang selama ini rawan terjadi aksi tawuran. Kegiatan tersebut, selain ditujukan untuk menyibukan para pemuda, juga untuk memberdayakan dan memberikan bekal pekerjaan.

“Akan dibuat program, sekolah paket bagi para pemuda, lalu ada pelatihan-pelatihan bagi para pemuda. Hal ini untuk menyibukan mereka. Selain itu bagi yang masih menganggur sekaligus memberikan bekal untuk mendapatkan pekerjaan,” beber Taufan.

“Program-program tersebut segera akan kita bahas dengan DPRD dan SKPD. Mungkin akan dimulai Minggu depan,” ucap Taufan.

Taufan mengakui bahwa pihaknya tidak mungkin bisa mengatasi permasalahan tawuran. Diperlukan kerjasama dengan unsur instansi pemerintah lainnya termasuk dari DPRD dan masyarakat Dalam hal ini tokoh-tokoh agama.

“Kita akui ngga mungkin tawuran kita bisa atasi sendiri. Susah kalau hanya sepihak. Makanya perlu ada kerjasama dengan pihak lain,” tegasnya.

Taufan meyakini bila ada kerjasama antar semua unsur maupun elemen di masyarakat, persoalan tawuran akan cepat teratasi. Persoalan yang muncul sejak lama tersebut lambat laun akan hilang. “Mudah-mudahan nanti setelah Program-program tersebut dijalankan di wilayah-wilayah yang selama ini rawan tawuran, persoalan ini bisa teratasi,” tutup dia. (Zat)

Pos terkait