BREAKINGNEWS

Kasus Hantavirus Muncul di Asia, Sejumlah Negara Perketat Pengawasan

Kasus Hantavirus Muncul di Asia, Sejumlah Negara Perketat Pengawasan
Virus dari Tikus Hantavirus Menjadi Sorotan di Sejumlah Negara Asia (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Sejumlah negara di kawasan Asia mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya laporan kasus Hantavirus yang terdeteksi di beberapa wilayah. 

Virus yang ditularkan melalui hewan pengerat itu kini menjadi perhatian serius setelah muncul kasus fatal yang melibatkan seorang penumpang kapal pesiar mewah.

Situasi tersebut membuat otoritas kesehatan di berbagai negara bergerak cepat memperketat pengawasan, terutama terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terdampak.

World Health Organization (WHO) juga terus memantau perkembangan penyebaran Hantavirus di Asia guna memastikan langkah mitigasi berjalan dengan tepat. 

Meski sejauh ini risiko penyebaran dinilai masih rendah, sejumlah negara mulai meningkatkan sistem deteksi dini dan pengawasan kesehatan.

Berikut daftar negara di Asia yang telah mendeteksi atau pernah menangani kasus Hantavirus:

Singapura

Pemerintah Singapura mengambil langkah antisipatif dengan mengarantina dua warganya yang merupakan mantan penumpang kapal MV Hondius. Meski hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya negatif Hantavirus, otoritas kesehatan setempat tetap menempatkan mereka dalam pengawasan selama 45 hari.

Jepang

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jepang mengungkapkan salah satu warga negaranya yang berada di kapal tersebut telah dievakuasi ke Inggris dalam kondisi sehat. Saat ini, warga Jepang tersebut masih menjalani pemantauan kesehatan secara ketat oleh otoritas setempat di Inggris sesuai protokol yang berlaku.

Korea Selatan 

Korea Selatan rutin mencatat ratusan kasus virus Hantaan setiap tahun, terutama di wilayah pertanian. Jenis ini menyerang ginjal dengan tingkat kematian yang relatif rendah dibandingkan strain virus yang ditemukan di kapal pesiar. Korea Selatan juga memiliki catatan sejarah penting sebagai lokasi pertama identifikasi Hantavirus oleh ahli virologi Lee Ho Wang.

China

Di China, ribuan kasus Hantavirus dengan jenis Demam Berdarah disertai Sindrom Ginjal atau HFRS terjadi setiap tahunnya. Namun hingga kini, otoritas kesehatan setempat belum menemukan infeksi dari jenis virus yang dikaitkan dengan MV Hondius.

CDC China terus mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat sebagai langkah utama pencegahan.

Indonesia

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 23 kasus konfirmasi Hantavirus sepanjang 2024 hingga awal 2026.

Kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi. Sejauh ini, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan laporan kasus terbanyak.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Kasus Hantavirus Muncul di Asia, Sejumlah Negara Perketat Pe | Monitor Indonesia