Jakarta, MI– Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempercepat pengembangan sektor wisata kesehatan (health tourism) dengan menggandeng 18 rumah sakit unggulan sebagai proyek percontohan.
Langkah ini menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan nasional sekaligus menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sebanyak 18 rumah sakit tersebut akan menjadi etalase layanan kesehatan Indonesia dan dimasukkan ke dalam katalog wisata kesehatan yang tengah disusun Kemenpar. Katalog tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sebagai sarana promosi resmi bagi sektor kesehatan dan pariwisata.
Beberapa rumah sakit yang terlibat dalam program ini antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, serta Siloam Karawaci.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menegaskan pengembangan wisata kesehatan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi erat antara sektor kesehatan dan pariwisata.
"Pertemuan ini sangat strategis untuk memperkuat pengembangan wisata kesehatan di Indonesia. Inisiatif ini telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan. Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung," ujar Rizki.
Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, berstandar internasional, dan kompetitif sehingga masyarakat Indonesia tidak lagi bergantung pada layanan medis di luar negeri.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi medical tourism di kawasan Asia. Dengan mengintegrasikan pelayanan kesehatan, akomodasi, hingga destinasi wisata, pemerintah berharap sektor ini mampu memberikan nilai tambah bagi industri pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui penyusunan katalog wisata kesehatan dan keterlibatan rumah sakit unggulan, Kemenpar optimistis Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan pasien, menarik wisatawan kesehatan dari luar negeri, serta memperkuat citra sebagai destinasi layanan medis yang berkualitas dan berdaya saing global.**
