Ketua MPR RI Prihatin Pemecatan Guru Honorer karena Unggah Gaji di Medsos

  • Whatsapp
Ketua MPR RI Prihatin Pemecatan Guru Honorer karena Unggah Gaji di Medsos
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.[Dok MI]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (bamsoet) angkat suara terkait guru honorer di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang dipecat setelah mengunggah besaran gaji Rp 700.000 di media sosial. Bamsoet mengaku Prihatin atas pemecatan guru honorell tersebut.

Atas kondisi yang dialami guru honorer teresebut, Bamsoet meminta Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Persatuan Guru Republik Indonesia (LKBH PGRI) untuk menjadi kuasa hukum dari guru honorer yang dipecat tersebut.

Bacaan Lainnya

“LKBH PGRI itu harus hal memperjuangkan hak atas kasus pemecatan, mengingat terdapat kejanggalan dan seharusnya dalam proses pemecatan guru honorer tersebut berdasarkan alasan dan pertimbangan pihak sekolah setelah mendengar keterangan guru yang bersangkutan,” ujar Bamsoet, Selasa (16/2/2021).

Politisi Golkar itu juga mendesak pemerintah daerah Kaupaten Bone mencari solusi terbaik untuk kasus tersebut. Selain itu segera membuka ruang komunikasi dengan kedua belah pihak agar permasalahan dapat selesai secara baik.

“Saya juga meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud, membuat standard operating procedure atau aturan yang diberlakukan secara umum mengenai perlindungan terhadap guru. Salah satunya prosedur tata cara pemberhentian guru, agar dapat dipastikan dan diketahui secara jelas siapa pihak-pihak yang berhak memberhentikan guru disertai alasan yang jelas,” tuturya.

Bamsoet juga meminta pemerintah, dalam hal ini Kemdikbud, lebih memperhatikan dan membenahi masalah-masalah dan kesejahteraan guru honorer dan yang ada di Indonesia. “Perihal gaji untuk menunjang kesejahteraan guru, pengalokasian guru, hingga perekrutan dan penetapan guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja/PPPK,” katanya.

Dia juga kepada seluruh guru di Indonesia, khususnya kepada guru honorer, agar tetap mengajar dengan ikhlas dan tetap mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku selama menjadi guru. Di sisi lain, Kemdikbud berkomitmen mewujudkan kesejahteraan guru-guru honorer di Indonesia.[man]

 

Pos terkait